Kesepakatan Tarif Trump Bikin AS Untung, Uni Eropa Buntung: Janjikan Rp18.629 Triliun

Minggu, 24 Agustus 2025 - 11:03 WIB
loading...
A A A
“Tarif seharusnya menjadi salah satu kata favorit Amerika,” tambah pejabat tersebut, yang menggambarkan kesepakatan itu sebagai “saling menguntungkan, adil, dan seimbang".

Sementara menurut Komisioner Perdagangan UE Maros Sefcovic, kesepakatan yang dicapai “setelah keterlibatan yang intensif dan konstruktif,” adalah “langkah pertama yang kuat dalam memberikan stabilitas, prediktabilitas, dan peluang.”“Bantuan akan datang untuk banyak sektor, termasuk industri mobil,” katanya dalam sebuah postingan di X.

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyelesaikan perjanjian perdagangan yang lebih luas pada bulan Juli, setelah berbulan-bulan negosiasi intens antara Washington dan Brussel.

Namun perjanjian tersebut mendapatkan kecaman keras dari beberapa pejabat Eropa saat ini dan sebelumnya, yang berpendapat bahwa perjanjian itu secara tidak proporsional menguntungkan Washington. Mantan kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell mengatakan, bahwa kesepakatan itu merusak otonomi strategis blok tersebut.

Baca Juga: Tarif Trump Tak Akan Cukup Bayar Utang Rp603.174 Triliun, AS Bakal Krisis?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rekomendasi
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved