Harta Kekayaan Ahmad Sahroni, Sebut Orang yang Ingin Bubarkan DPR Paling Tolol Sedunia
Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut politikus Partai NasDem ini, kritik terhadap DPR adalah hal yang wajar, tetapi harus disampaikan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Ia menilai, isu seperti gaji dan tunjangan anggota DPR perlu dijelaskan secara teknis agar tidak menimbulkan salah paham di kalangan masyarakat.
Pernyataan Sahroni yang diunggahnya melalui akun media sosial pribadi, menampilkan foto berlatar belakang gedung DPR dengan narasi, "Makin banyak orang tolol yang bangga akan ketololannya." Unggahan ini memancing beragam reaksi, dari dukungan hingga kecaman.
Bagi pendukungnya, pernyataan Sahroni dianggap sebagai upaya untuk mempertahankan sistem demokrasi yang sehat, sementara para pengecam menilai ucapannya tidak sensitif terhadap aspirasi rakyat.
Secara historis, Sahroni juga mengingatkan bahwa upaya pembubaran DPR pernah terjadi di masa lalu, termasuk di era Presiden Soekarno dan Gus Dur. Namun, ia menekankan, upaya tersebut selalu berujung pada masalah dan pada akhirnya lembaga legislatif tetap menjadi pilar penting dalam mekanisme demokrasi Indonesia.
Terlepas dari kontroversi pernyataannya, Ahmad Sahroni dikenal sebagai figur politik yang sukses dengan latar belakang unik. Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, Sahroni mengawali hidupnya dari keluarga sederhana dan pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir truk.
Pernyataan Sahroni yang diunggahnya melalui akun media sosial pribadi, menampilkan foto berlatar belakang gedung DPR dengan narasi, "Makin banyak orang tolol yang bangga akan ketololannya." Unggahan ini memancing beragam reaksi, dari dukungan hingga kecaman.
Bagi pendukungnya, pernyataan Sahroni dianggap sebagai upaya untuk mempertahankan sistem demokrasi yang sehat, sementara para pengecam menilai ucapannya tidak sensitif terhadap aspirasi rakyat.
Secara historis, Sahroni juga mengingatkan bahwa upaya pembubaran DPR pernah terjadi di masa lalu, termasuk di era Presiden Soekarno dan Gus Dur. Namun, ia menekankan, upaya tersebut selalu berujung pada masalah dan pada akhirnya lembaga legislatif tetap menjadi pilar penting dalam mekanisme demokrasi Indonesia.
Terlepas dari kontroversi pernyataannya, Ahmad Sahroni dikenal sebagai figur politik yang sukses dengan latar belakang unik. Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, Sahroni mengawali hidupnya dari keluarga sederhana dan pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir truk.
Lihat Juga :