Tarif 50% Trump ke India Resmi Berlaku, Hukuman atas Pembelian Minyak Rusia
Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan dagang dan diplomatik kedua negara pun kian renggang. Seorang pejabat perdagangan senior India yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "Kerja keras yang telah dibangun bertahun-tahun kini terancam. Butuh waktu lama untuk memulihkannya, mungkin hingga masa jabatan Trump berakhir."
Meski ketegangan meningkat, jalur komunikasi tetap terbuka. Jaishankar menegaskan pembicaraan perdagangan antara kedua negara masih berlangsung. "Kami dua negara besar, kami harus terus berdialog. Hubungan kami tidak terputus," ujarnya.
India juga memperkuat poros kemitraannya dengan Rusia dan China. Jaishankar baru-baru ini mengunjungi Moskow untuk membicarakan kerja sama energi dan perdagangan, sementara Presiden Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke New Delhi akhir tahun ini. Modi pun dipastikan menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di China, sebagai upaya meredakan ketegangan bilateral yang sempat membeku sejak bentrokan perbatasan 2020.
Pengamat menilai kebijakan tarif Trump berpotensi mengubah peta geopolitik Asia. "Langkah ini bisa menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam hubungan bilateral AS-India," kata Michael Kugelman, analis senior Asia Selatan. "India mungkin akan semakin menjauh ke orbit Moskow dan Beijing, yang justru merugikan kepentingan strategis AS di kawasan."
Sementara itu, Trump melalui platform Truth Social menyatakan tidak peduli dengan sikap India. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ketegangan dagang antara kedua negara masih jauh dari kata reda. "Mereka bisa membawa ekonomi mereka yang mati bersama-sama, itu bukan urusan saya," tulisnya.
Meski ketegangan meningkat, jalur komunikasi tetap terbuka. Jaishankar menegaskan pembicaraan perdagangan antara kedua negara masih berlangsung. "Kami dua negara besar, kami harus terus berdialog. Hubungan kami tidak terputus," ujarnya.
India juga memperkuat poros kemitraannya dengan Rusia dan China. Jaishankar baru-baru ini mengunjungi Moskow untuk membicarakan kerja sama energi dan perdagangan, sementara Presiden Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke New Delhi akhir tahun ini. Modi pun dipastikan menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di China, sebagai upaya meredakan ketegangan bilateral yang sempat membeku sejak bentrokan perbatasan 2020.
Pengamat menilai kebijakan tarif Trump berpotensi mengubah peta geopolitik Asia. "Langkah ini bisa menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam hubungan bilateral AS-India," kata Michael Kugelman, analis senior Asia Selatan. "India mungkin akan semakin menjauh ke orbit Moskow dan Beijing, yang justru merugikan kepentingan strategis AS di kawasan."
Sementara itu, Trump melalui platform Truth Social menyatakan tidak peduli dengan sikap India. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ketegangan dagang antara kedua negara masih jauh dari kata reda. "Mereka bisa membawa ekonomi mereka yang mati bersama-sama, itu bukan urusan saya," tulisnya.
(nng)
Lihat Juga :