Hasil Riset Sawit yang Didanai BPDP Diharapkan Dapat Diaplikasikan Petani
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum AII Didiek Hadjar Goenadi mengatakan acara yang diselenggarakan untuk petani/UMKM kelapa sawit ini dilatarbelakangi adanya keluhan bahwa hasil riset kelapa sawit yang dibiayai oleh BPDP (GRS) masih kurang dapat dimanfaatkan, khususnya oleh petani/UMKM.
Meskipun kegiatan sosialisasi sudah dilakukan oleh BPDP, namun tampaknya masih diharapkan penyampaian teknologi yang bermanfaat bagi petani disampaikan secara langsung. Oleh karena itu dengan dukungan BPDP, AII melaksanakan kegiatan sosialisasi ini ke tiga provinsi, yaitu di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Petani, SPKS-PTPN IV Sosialisasi Program PSR di Jambi
Didiek berharap melalui kegiatan ini teknologi-teknologi yang aplikatif untuk petani/UMKM, khususnya dalam rangka meningkatkan produktivitas dapat dimanfaatkan oleh petani/UMKM. Dalam kegiatan di Banjarbaru ini disajikan tiga invensi yang erat kaitannya untuk meningkatkan produktivitas dan/atau peningkatan pendapatan petani kelapa sawit. Ketiga invensi itu adalah alat pendeteksi kematangan buah (TBS) hasil invensi Dr M. Makky dan tim dari Universitas Andalas.
Invensi lainnya yakni berupa integrasi sawit dan ayam untuk ketahanan pangan dan bisnis lokal oleh Dr Ermin Widjaja, SPt, MSi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Serpong. Selanjutnya adalah invensi model peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan sistem paludikultur pada lahan bergambut oleh Dr Fakhrur Razi, MSi dari University Lambung Mangkurat.
Penyajian materi oleh ketiga inventor teknologi hasil riset GRS yang dipimpin oleh Dr Ibnu Fajar dari AII memperoleh perhatian para peserta sosialiasi. Alat deteksi kematangan buah yang dapat meningkatkan mutu hasil panen petani dan secara langsung dapat meningkatkan pendapatan petani tanpa khawatir menerima potongan harga dari pabrik kelapa sawit (PKS) akibat TBS yang dipanen di bawah standar mutu siap olah.
Meskipun kegiatan sosialisasi sudah dilakukan oleh BPDP, namun tampaknya masih diharapkan penyampaian teknologi yang bermanfaat bagi petani disampaikan secara langsung. Oleh karena itu dengan dukungan BPDP, AII melaksanakan kegiatan sosialisasi ini ke tiga provinsi, yaitu di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Petani, SPKS-PTPN IV Sosialisasi Program PSR di Jambi
Didiek berharap melalui kegiatan ini teknologi-teknologi yang aplikatif untuk petani/UMKM, khususnya dalam rangka meningkatkan produktivitas dapat dimanfaatkan oleh petani/UMKM. Dalam kegiatan di Banjarbaru ini disajikan tiga invensi yang erat kaitannya untuk meningkatkan produktivitas dan/atau peningkatan pendapatan petani kelapa sawit. Ketiga invensi itu adalah alat pendeteksi kematangan buah (TBS) hasil invensi Dr M. Makky dan tim dari Universitas Andalas.
Invensi lainnya yakni berupa integrasi sawit dan ayam untuk ketahanan pangan dan bisnis lokal oleh Dr Ermin Widjaja, SPt, MSi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Serpong. Selanjutnya adalah invensi model peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan sistem paludikultur pada lahan bergambut oleh Dr Fakhrur Razi, MSi dari University Lambung Mangkurat.
Penyajian materi oleh ketiga inventor teknologi hasil riset GRS yang dipimpin oleh Dr Ibnu Fajar dari AII memperoleh perhatian para peserta sosialiasi. Alat deteksi kematangan buah yang dapat meningkatkan mutu hasil panen petani dan secara langsung dapat meningkatkan pendapatan petani tanpa khawatir menerima potongan harga dari pabrik kelapa sawit (PKS) akibat TBS yang dipanen di bawah standar mutu siap olah.
Lihat Juga :