Sri Mulyani Akhirnya Angkat Bicara usai Rumahnya Dijarah, Beri Pesan Ini
Senin, 01 September 2025 - 16:17 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat tiba di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). FOTO/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya buka suara setelah kediamannya menjadi sasaran penjarahan massa pada akhir pekan lalu. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan ketertiban di tengah dinamika politik dan sosial saat ini.
Dia menyampaikan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik.
"Pemerintah menghormati dan mendengar penyampaian aspirasi, kritik dan masukan masyarakat untuk terus melakukan perbaikan dan koreksi dengan tetap menjaga semangat gotong royong dan persatuan," tulis Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, Senin (1/9).
Baca Juga: Sri Mulyani Dikabarkan Mundur dari Menteri Keuangan, Airlangga Jawab Begini
Dia menegaskan, sistem demokrasi, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, proses membangun Indonesia sesuai amanat UUD 1945 dan agenda transformasi membutuhkan perjalanan panjang serta pemerintahan yang bersih dari korupsi.
"Perlu pemerintahan yang bersih dari korupsi dan upaya gotong royong serta menjaga persatuan kesatuan dan stabilitas," kata dia.
Di tengah isu yang beredar terkait dirinya akan mundur dari Kabinet Prabowo-Gibran, Sri Mulyani hadir dan aktif dalam rapat kabinet tersebut. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa ia tetap berada di jajaran pemerintahan serta berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
Baca Juga: Rumah Dijarah Massa, Sri Mulyani Singgung Sistem Demokrasi Indonesia yang Beradab
Sri Mulyani berharap, penyampaian aspirasi dilakukan dengan baik dan tertib. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nasional sebagai kunci pembangunan dan transformasi Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam rapat kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8) sore.
Dia menyampaikan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik.
"Pemerintah menghormati dan mendengar penyampaian aspirasi, kritik dan masukan masyarakat untuk terus melakukan perbaikan dan koreksi dengan tetap menjaga semangat gotong royong dan persatuan," tulis Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, Senin (1/9).
Baca Juga: Sri Mulyani Dikabarkan Mundur dari Menteri Keuangan, Airlangga Jawab Begini
Dia menegaskan, sistem demokrasi, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, proses membangun Indonesia sesuai amanat UUD 1945 dan agenda transformasi membutuhkan perjalanan panjang serta pemerintahan yang bersih dari korupsi.
"Perlu pemerintahan yang bersih dari korupsi dan upaya gotong royong serta menjaga persatuan kesatuan dan stabilitas," kata dia.
Di tengah isu yang beredar terkait dirinya akan mundur dari Kabinet Prabowo-Gibran, Sri Mulyani hadir dan aktif dalam rapat kabinet tersebut. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa ia tetap berada di jajaran pemerintahan serta berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
Baca Juga: Rumah Dijarah Massa, Sri Mulyani Singgung Sistem Demokrasi Indonesia yang Beradab
Sri Mulyani berharap, penyampaian aspirasi dilakukan dengan baik dan tertib. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nasional sebagai kunci pembangunan dan transformasi Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam rapat kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8) sore.
(nng)
Lihat Juga :