Tanda Bahaya Ekonomi Terbesar Eropa, Pengangguran Jerman Tertinggi dalam 10 Tahun

Selasa, 02 September 2025 - 06:00 WIB
loading...
Tanda Bahaya Ekonomi...
Angka pengangguran di Jerman meningkat ke level tertinggi dalam satu dekade, ketika ekonomi terbesar di Eropa itu terpuruk dan berisiko mengalami kontraksi untuk tahun ketiga secara berturut-turut. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Angka pengangguran di Jerman meningkat ke level tertinggi dalam satu dekade, berdasarkan angka resmi yang dirilis akhir pekan kemarin. Laporan ketenagakerjaan ini muncul saat ekonomi Jerman terpuruk dan berisiko mengalami kontraksi untuk tahun ketiga secara berturut-turut.

Angka-angka tersebut menunjukkan jumlah individu yang menganggur melampaui 3 juta orang pada bulan Agustus 2025, untuk menjadi pertama kalinya sejak 2015. Kenaikan jumlah pengangguran secara month-on-month (MoM) mencapai 46.000 sehingga totalnya menjadi 3,02 juta atau setara 6,4% dari populasi.

Kepala Federal Employment Agency, Andrea Nahles menyalahkan, tekanan pada sektor tenaga kerja, akibat dari melemahnya ekonomi Jerman. Ekonomi terbesar di Uni Eropa (UE) itu menyusut sebesar 0,2% pada tahun 2024 setelah kontraksi 0,3% di 2023.

Baca Juga: Ekonomi Jerman Jatuh dalam Krisis Struktural, Eropa Goyah?

Tahun ini setelah pertumbuhan 0,3% pada kuartal pertama, output turun sebesar 0,3% pada kuartal kedua seiring dengan meningkatnya ketidakpastian atas tarif baru AS. Dana Moneter Internasional atau IMF baru-baru ini memperingatkan bahwa pertumbuhan Jerman berpeluang stagnan untuk memasuki tahun ketiga berturut-turut.

Penurunan ekonomi Jerman kebetulan terjadi dengan keputusan Berlin menghentikan impor energi Rusia yang berbiaya rendah, yang sangat penting bagi industri mereka. Harga gas Eropa meningkat tajam setelah pengiriman pipa Rusia sebagian besar terhenti dan pipa Nord Stream disabotase.

Sebelumnya sanksi menerangkan, Jerman mendapatkan 55% gasnya dari Rusia, tetapi sejak itu beralih ke impor gas alam cair (LNG) yang lebih mahal dari AS dan Qatar.

Sementara itu Moskow telah mengecam sanksi Barat sebagai aksi ilegal dan tidak efektif, dengan argumen bahwa sanksi tersebut justru berdampak negatif pada negara-negara yang memberlakukannya .Kanselir Friedrich Merz menyatakan minggu lalu bahwa Jerman menghadapi "krisis struktural" ketimbang "pelemehan" sementara.

Baca Juga: 12.000 Perusahaan Jerman Bangkrut dalam Enam Bulan, Terparah Satu Dekade

Ia juga mengatakan, bahwa mengarahkan ekonomi menuju pertumbuhan terbukti lebih sulit dari yang diharapkan. Industri-industri kunci seperti segmen otomotif "tidak lagi benar-benar kompetitif," tambahnya.

Sektor otomotif negara tersebut telah kehilangan lebih dari 51.000 pekerjaan hanya dalam tahun lalu, menurut data terbaru.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Rekomendasi
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved