Apakah BRICS Bakal Berkembang Pesat di Tengah Intimidasi AS?

Sabtu, 06 September 2025 - 20:00 WIB
loading...
Apakah BRICS Bakal Berkembang...
Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan AS justru mendorong negara-negara anggota BRICS semakin solid dan mempererat kerja sama ekonomi. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai justru mendorong negara-negara anggota BRICS semakin solid dan mempererat kerja sama ekonomi. Alih-alih melemah, kelompok ekonomi yang beranggotakan negara-negara berkembang besar itu disebut semakin memiliki insentif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

China, anggota terbesar BRICS, berpotensi menghadapi tarif hingga 145 persen bila tidak mencapai kesepakatan dagang dengan Washington. Brasil dan India telah dikenakan tarif 50 persen, sebagian di antaranya terkait pembelian minyak murah dari Rusia. Afrika Selatan menghadapi bea masuk 30 persen, sementara anggota baru seperti Mesir juga terancam kebijakan serupa karena keterlibatan mereka di BRICS.

Sejak tujuh bulan pertama masa jabatan keduanya, Trump kerap memperingatkan sanksi tambahan terhadap negara-negara yang dianggap mendukung “kebijakan anti-Amerika”. BRICS, yang kini berkembang menjadi simbol tantangan terhadap dominasi global AS, disebut secara tersirat sebagai sasaran utama kebijakan tersebut.

Baca Juga: Laos Resmi Nyatakan Minat Gabung BRICS, Masuk Daftar 45 Negara Calon Anggota

Mantan pejabat perdagangan India, Ajay Srivastava, menilai langkah Trump justru memberi BRICS alasan bersama untuk mengurangi ketergantungan terhadap AS. "Tarif tambahan ini membuat BRICS punya insentif kolektif untuk memperkuat kerja sama meski agenda tiap negara berbeda," ujarnya dikutip dari DW, Sabtu (6/9).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Rekomendasi
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved