Menkeu Purbaya Blak-blakan Soal Strategi Capai Target Ekonomi 8 Persen dari Prabowo
Senin, 08 September 2025 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Purbaya menyatakan, dirinya tidak khawatir dengan tantangan yang ada, sebab Ia memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi. Ia telah berkecimpung selama 25 tahun sebagai ekonom, termasuk 15 tahun di pasar keuangan.
Ia juga pernah menjabat sebagai Komite Ekonomi Nasional selama 5 tahun dan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatasi krisis Covid-19 pada 2020. "Kalau Anda tanya pengalaman saya, saya cukup tahu, saya amat tahu, dan jangan khawatir," tegasnya.
Purbaya melihat masa depan ekonomi Indonesia sangat cerah, terutama dengan besarnya permintaan domestik. Ia menyebut bahwa pertumbuhan 8% bukanlah hal yang mustahil jika dirancang dengan baik. Mantan Ketua DK LPS ini membandingkan dengan Jepang, Korea, dan China yang pernah mengalami pertumbuhan dua digit dalam waktu yang lama.
Ia juga menjelaskan, selama 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak seimbang. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor swasta tumbuh pesat, sementara pada masa Presiden Jokowi, pemerintah gencar membangun infrastruktur, namun pertumbuhan kredit sektor swasta cenderung stagnan di angka 7%.
"Ke depan kita akan hidupkan dua-duanya, jadi dengan itu 6-7 persen tidak terlalu susah. Dua-duanya itu swasta dan pemerintah," ungkap Purbaya.
Ia juga pernah menjabat sebagai Komite Ekonomi Nasional selama 5 tahun dan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatasi krisis Covid-19 pada 2020. "Kalau Anda tanya pengalaman saya, saya cukup tahu, saya amat tahu, dan jangan khawatir," tegasnya.
Purbaya melihat masa depan ekonomi Indonesia sangat cerah, terutama dengan besarnya permintaan domestik. Ia menyebut bahwa pertumbuhan 8% bukanlah hal yang mustahil jika dirancang dengan baik. Mantan Ketua DK LPS ini membandingkan dengan Jepang, Korea, dan China yang pernah mengalami pertumbuhan dua digit dalam waktu yang lama.
Ia juga menjelaskan, selama 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak seimbang. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor swasta tumbuh pesat, sementara pada masa Presiden Jokowi, pemerintah gencar membangun infrastruktur, namun pertumbuhan kredit sektor swasta cenderung stagnan di angka 7%.
"Ke depan kita akan hidupkan dua-duanya, jadi dengan itu 6-7 persen tidak terlalu susah. Dua-duanya itu swasta dan pemerintah," ungkap Purbaya.
Lihat Juga :