Budiman Sudjatmiko Menjawab 7 Desakan Darurat Ekonomi dari Aliansi Ekonom Indonesia
Selasa, 09 September 2025 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam teori pertumbuhan endogen, peningkatan kualitas pendidikan berhubungan langsung dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Dengan kata lain, Sekolah Rakyat membantu menciptakan human capital yang lebih kuat, yang akan menjadi basis pembangunan industri dan daya saing bangsa di masa depan," bebernya.
Sementara itu, Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi di perdesaan, tempat angka kemiskinan masih dominan. Melalui model semi closed-loop supply chain, Kopdes MP memungkinkan masyarakat desa menjadi aktor aktif dalam rantai produksi dan distribusi.
Dari perspektif Hayek, koperasi ini menurutnya mendesentralisasi pengelolaan ekonomi sehingga masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mereka. Hal ini bukan hanya menambah lapangan kerja di tingkat lokal, tetapi juga membangun kemandirian desa dalam menghadapi dinamika pasar.
"Jika ditinjau secara menyeluruh, program-program tersebut merupakan kombinasi antara strategi Keynesian -dimana negara hadir melalui belanja publik untuk menstimulasi permintaan dan menekan angka kemiskinan- dengan semangat Hayekian yang memberi ruang bagi komunitas untuk berdaya secara mandiri," tegasnya.
Hasilnya, tidak hanya kemiskinan dapat ditekan melalui bantuan langsung dan pengurangan beban pengeluaran, tetapi juga melalui penciptaan ekosistem ekonomi yang produktif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.
"Dengan demikian, program Presiden Prabowo bukanlah sekadar populis, melainkan instrumen transformasi struktural dalam agenda besar pengentasan kemiskinan Indonesia," terang dia.
Para ekonom mencatat total anggaran untuk berbagai program populis. Hal ini mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih, subsidi dan kompensasi energi, sekolah rakyat, dan program tiga juta rumah yang mencapai Rp1.414 triliun atau setara 37,4% dari total belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sementara itu, Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi di perdesaan, tempat angka kemiskinan masih dominan. Melalui model semi closed-loop supply chain, Kopdes MP memungkinkan masyarakat desa menjadi aktor aktif dalam rantai produksi dan distribusi.
Dari perspektif Hayek, koperasi ini menurutnya mendesentralisasi pengelolaan ekonomi sehingga masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mereka. Hal ini bukan hanya menambah lapangan kerja di tingkat lokal, tetapi juga membangun kemandirian desa dalam menghadapi dinamika pasar.
"Jika ditinjau secara menyeluruh, program-program tersebut merupakan kombinasi antara strategi Keynesian -dimana negara hadir melalui belanja publik untuk menstimulasi permintaan dan menekan angka kemiskinan- dengan semangat Hayekian yang memberi ruang bagi komunitas untuk berdaya secara mandiri," tegasnya.
Hasilnya, tidak hanya kemiskinan dapat ditekan melalui bantuan langsung dan pengurangan beban pengeluaran, tetapi juga melalui penciptaan ekosistem ekonomi yang produktif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.
"Dengan demikian, program Presiden Prabowo bukanlah sekadar populis, melainkan instrumen transformasi struktural dalam agenda besar pengentasan kemiskinan Indonesia," terang dia.
7 Desakan Darurat Ekonomi
Aliansi Ekonom Indonesia mendesak pemerintah segera memperbaiki misalokasi anggaran. Desakan ini merupakan satu di antara tujuh desakan darurat ekonomi yang diserukan aliansi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Para ekonom mencatat total anggaran untuk berbagai program populis. Hal ini mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih, subsidi dan kompensasi energi, sekolah rakyat, dan program tiga juta rumah yang mencapai Rp1.414 triliun atau setara 37,4% dari total belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lihat Juga :