Tambah Miskin, Bill Gates Ditendang dari Daftar 10 Orang Terkaya Dunia
Minggu, 14 September 2025 - 07:36 WIB
loading...
Bill Gates pertama kalinya tidak masuk dalam daftar 10 orang terkaya dunia. FOTO/Forbes
A
A
A
JAKARTA - Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft yang selama hampir 25 tahun memegang posisi sebagai orang terkaya di Amerika Serikat kini turun ke peringkat ke-14 dalam daftar Forbes 400 orang terkaya Amerika tahun 2025. Kekayaannya diperkirakan sebesar USD107 miliar, posisi yang membuatnya berada di belakang Mike Bloomberg dan sedikit di atas pewaris Walmart, Alice Walton, wanita terkaya di AS.
Sejak 1991, Gates hampir secara konsisten menempati posisi pertama atau kedua dalam daftar Forbes 400 selama hampir tiga dekade sebelum akhirnya turun dari dua besar pada 2021. Tahun ini menjadi kali pertama dalam 34 tahun ia tidak masuk dalam posisi sepuluh besar.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes September 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.506 Triliun
Dilansir dari VnExpress, penurunan posisi Gates terjadi dalam beberapa tahun terakhir dengan cukup cepat. Pada 2001, tahun yang sama ketika ia dan Melinda French Gates mengumumkan perpisahan setelah 27 tahun menikah, ia sudah turun ke posisi keempat.
Pada 2024, ia turun lebih jauh ke posisi kesembilan. Penurunan kekayaannya terkait dengan pengunduran diri Melinda sebagai co-chair Gates Foundation dan penerimaan dana USD12,5 miliar untuk kegiatan filantropinya, dana yang dilaporkan Forbes berasal dari kekayaan Gates.
Gates meraih status miliarder pada usia 31 tahun pada 1987 setelah saham Microsoft melampaui nilai USD1 miliar, menjadikannya miliarder termuda waktu itu sebelum kemudian gelar itu direbut Mark Zuckerberg pada 2008. Dari 1995 sampai 2017, Gates menempati puncak daftar orang terkaya dunia menurut Forbes sebanyak 18 kali dalam kurun 23 tahun.
Berbeda dengan banyak miliarder yang berusaha memperbesar kekayaan, Gates sengaja bekerja untuk mengurangi kekayaannya. Pada 2010, ia bersama Melinda dan Warren Buffett meluncurkan Giving Pledge, sebuah inisiatif yang mengajak para orang terkaya dunia menyumbangkan minimal setengah kekayaan mereka untuk kegiatan sosial.
Baca Juga: Apakah Arab Saudi Juga akan Diserang Israel?
Pada Mei 2025, Gates mengumumkan rencananya untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya melalui Gates Foundation sebelum organisasi tersebut ditutup pada 2045. Dalam sebuah tulisan blog, ia menegaskan bahwa ketika meninggal dunia, tidak ada yang akan mengatakan bahwa ia meninggal dalam keadaan kaya.
Sejak didirikan pada tahun 2000, Gates Foundation telah menyumbangkan lebih dari USD60,2 miliar menjadikan Bill dan Melinda Gates sebagai dermawan terbesar kedua setelah Warren Buffett di AS. Forbes memperkirakan jika Gates tetap mempertahankan saham Microsoftnya dan tidak fokus pada filantropi, kekayaannya saat ini bisa mencapai USD1,2 triliun, tiga kali lipat dari kekayaan Elon Musk yang saat ini menjadi orang terkaya dunia.
Penurunan kekayaan Gates sebenarnya juga tercermin pada tahun 2025 ketika dalam satu minggu kekayaannya berkurang sebesar USD51 miliar, menyusul transfer kekayaan ke badan filantropi dan kegiatan amal yang semakin intensif. Meski turun dari daftar 10 orang terkaya Amerika, kegiatan filantropi Gates yang masif menunjukkan dedikasinya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendukung berbagai program kesehatan serta pendidikan di seluruh dunia.
Sejak 1991, Gates hampir secara konsisten menempati posisi pertama atau kedua dalam daftar Forbes 400 selama hampir tiga dekade sebelum akhirnya turun dari dua besar pada 2021. Tahun ini menjadi kali pertama dalam 34 tahun ia tidak masuk dalam posisi sepuluh besar.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes September 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.506 Triliun
Dilansir dari VnExpress, penurunan posisi Gates terjadi dalam beberapa tahun terakhir dengan cukup cepat. Pada 2001, tahun yang sama ketika ia dan Melinda French Gates mengumumkan perpisahan setelah 27 tahun menikah, ia sudah turun ke posisi keempat.
Pada 2024, ia turun lebih jauh ke posisi kesembilan. Penurunan kekayaannya terkait dengan pengunduran diri Melinda sebagai co-chair Gates Foundation dan penerimaan dana USD12,5 miliar untuk kegiatan filantropinya, dana yang dilaporkan Forbes berasal dari kekayaan Gates.
Gates meraih status miliarder pada usia 31 tahun pada 1987 setelah saham Microsoft melampaui nilai USD1 miliar, menjadikannya miliarder termuda waktu itu sebelum kemudian gelar itu direbut Mark Zuckerberg pada 2008. Dari 1995 sampai 2017, Gates menempati puncak daftar orang terkaya dunia menurut Forbes sebanyak 18 kali dalam kurun 23 tahun.
Berbeda dengan banyak miliarder yang berusaha memperbesar kekayaan, Gates sengaja bekerja untuk mengurangi kekayaannya. Pada 2010, ia bersama Melinda dan Warren Buffett meluncurkan Giving Pledge, sebuah inisiatif yang mengajak para orang terkaya dunia menyumbangkan minimal setengah kekayaan mereka untuk kegiatan sosial.
Baca Juga: Apakah Arab Saudi Juga akan Diserang Israel?
Pada Mei 2025, Gates mengumumkan rencananya untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya melalui Gates Foundation sebelum organisasi tersebut ditutup pada 2045. Dalam sebuah tulisan blog, ia menegaskan bahwa ketika meninggal dunia, tidak ada yang akan mengatakan bahwa ia meninggal dalam keadaan kaya.
Sejak didirikan pada tahun 2000, Gates Foundation telah menyumbangkan lebih dari USD60,2 miliar menjadikan Bill dan Melinda Gates sebagai dermawan terbesar kedua setelah Warren Buffett di AS. Forbes memperkirakan jika Gates tetap mempertahankan saham Microsoftnya dan tidak fokus pada filantropi, kekayaannya saat ini bisa mencapai USD1,2 triliun, tiga kali lipat dari kekayaan Elon Musk yang saat ini menjadi orang terkaya dunia.
Penurunan kekayaan Gates sebenarnya juga tercermin pada tahun 2025 ketika dalam satu minggu kekayaannya berkurang sebesar USD51 miliar, menyusul transfer kekayaan ke badan filantropi dan kegiatan amal yang semakin intensif. Meski turun dari daftar 10 orang terkaya Amerika, kegiatan filantropi Gates yang masif menunjukkan dedikasinya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendukung berbagai program kesehatan serta pendidikan di seluruh dunia.
(nng)
Lihat Juga :