Infrastruktur Industri Jadi Magnet Baru Investor Global

Sabtu, 20 September 2025 - 18:58 WIB
loading...
Infrastruktur Industri...
IDX Channel LinkUP Market Movers di Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Sektor infrastruktur industri kian memainkan peran penting dalam mendukung produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Infrastruktur yang kokoh tidak hanya menjadi tulang punggung kegiatan industri, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi investor global yang mencari negara dengan konektivitas dan efisiensi tinggi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menegaskan, kesiapan infrastruktur merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

"Kalau kita lihat, investor global itu mencari negara yang sudah siap infrastruktur industrinya," ujarnya dalam acara IDX Channel LinkUP Market Movers di Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini.

Baca Juga: Purbaya Kaget Cukai Rokok Naik Sampai 57 Persen: Tinggi Amat, Firaun Lu?

Ia menambahkan, pemerintah saat ini aktif mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan program hilirisasi industri. Kedua program tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur memadai, terlebih sektor industri saat ini menyumbang hampir 20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dari sisi pasar modal, sektor infrastruktur tercatat sebagai salah satu yang diminati investor karena prospek pertumbuhan industri dan kualitas pengelolaan perusahaan. Sub-sektor yang tersedia cukup beragam, mulai dari jalan tol, pelabuhan, telekomunikasi, hingga infrastruktur industri, sehingga menawarkan pilihan investasi yang luas.

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada menilai, meski fundamental perusahaan tetap menjadi faktor utama, pergerakan harga saham juga sangat dipengaruhi sentimen pasar, likuiditas, serta kebijakan pemerintah. “Investor kini lebih selektif terhadap emiten yang punya eksposur pada proyek strategis atau tren baru seperti energi hijau dan digitalisasi,” ujarnya.

Salah satu emiten yang mencuri perhatian adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang fokus mengembangkan infrastruktur industri berbasis energi baru terbarukan (EBT). Sejak melantai di BEI, saham CDIA tercatat melesat dari Rp190 menjadi Rp1.500 per lembar.

Reza menjelaskan, lonjakan harga saham CDIA didorong sentimen positif terhadap prospek EBT dan posisi perusahaan tersebut dalam ekosistem Barito Pacific Group yang memiliki lini bisnis terintegrasi, mulai dari energi hingga logistik. “Pendapatan utama CDIA berasal dari penjualan listrik, sejalan dengan fokus pemerintah pada transisi energi,” katanya.

Meski demikian, Reza mengingatkan pentingnya konsistensi manajemen dalam menjaga pertumbuhan kinerja jangka panjang. Stabilitas pengelolaan menjadi kunci agar kepercayaan investor dapat terus terjaga.

Ahmad Heri menilai, kehadiran perusahaan seperti CDIA memperkuat keyakinan investor global terhadap prospek Indonesia. “Sektor ini krusial untuk menopang kegiatan produktif. Kehadiran emiten dengan ekosistem terintegrasi akan meningkatkan daya tarik investasi,” ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Mendadak Telepon Kring Pajak Tanya Soal Coretax: Mereka Mengibuli Saya Kayaknya

Ke depan, prospek sektor infrastruktur industri diperkirakan masih terbuka lebar. Meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, biaya logistik tinggi, serta ketidakpastian regulasi, peluang Indonesia untuk mempersempit jarak dengan negara tetangga dinilai cukup besar jika sinergi pemerintah dan swasta terus diperkuat.

Dengan dukungan ekosistem yang lengkap mulai dari infrastruktur dasar, konektivitas, hingga regulasi ramah investasi—Indonesia berpotensi tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi berdaya saing tinggi di kawasan ASEAN.

"Peluang investasi di sektor infrastruktur industri masih terbuka lebar. Tantangan memang ada, tapi dengan dukungan regulasi dan kolaborasi swasta, prospek jangka panjang tetap positif," tegas Ahmad Heri.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Rekomendasi
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Simak jadwal Timnas...
Simak jadwal Timnas Futsal U-17 Indonesia di VI Nation U-17 Futsal Tournament 2026
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Berita Terkini
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved