Kolaborasi dan Inovasi Industri Furnitur Perkuat Daya Saing Global

Minggu, 21 September 2025 - 19:23 WIB
loading...
Kolaborasi dan Inovasi...
Pameran Komponen Manufaktur Furnitur Internasional (IFMAC) dan Pameran Mesin Pengerjaan Kayu (WOODMAC) 2025 akan kembali digelar. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pameran Komponen Manufaktur Furnitur Internasional (IFMAC) dan Pameran Mesin Pengerjaan Kayu (WOODMAC) 2025 akan kembali digelar untuk memperkuat industri furnitur dan perkayuan yang tengah tumbuh pesat di Indonesia.

Edisi 2025 ini akan menghadirkan teknologi terbaru yang diyakini dapat mendefinisikan arah masa depan produksi furnitur dan perkayuan nasional. Sejumlah inovasi manufaktur mutakhir akan diperkenalkan guna mendorong efisiensi, produktivitas, serta daya saing industri dalam skala global.

Dengan dukungan pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri hingga pemerintah, IFMAC-WOODMAC terus berkembang menjadi panggung strategis. Pameran ini memberikan kesempatan luas bagi perusahaan lokal maupun internasional untuk memperluas pasar di Indonesia yang dinamis.

Baca Juga: Apresiasi Indowood Expo 2025, Kemenperin: Ekspor Produk Kayu Tembus Rp52,7 Triliun

Kolaborasi kedua ajang tersebut menciptakan ekosistem yang menyatukan seluruh rantai nilai industri furnitur, mulai dari bahan baku, komponen, fitting, mesin produksi, teknologi interior, hingga solusi desain terkini. Dengan konsep satu atap, pameran ini dirancang untuk memudahkan interaksi dan membangun sinergi antarpelaku usaha.

Penyelenggaraan IFMAC-WOODMAC 2025 akan berlangsung pada 24–27 September di Jakarta International Expo (JIExpo), menempati area lebih dari 17.000 meter persegi yang tersebar di enam hall. Ajang ini diproyeksikan menjadi magnet bagi ribuan pengunjung dari berbagai negara.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia (ISWA), H.M. Wiradadi Soeprayogo, menegaskan bahwa industri perkayuan terus menuntut solusi produksi yang lebih canggih.

"IFMAC-WOODMAC menjadi pintu penting bagi produsen nasional untuk mengakses teknologi global dan meningkatkan daya saing. ISWA menyambut baik kesempatan ini," ujar dia dalam keterangan pers, Minggu (21/9).

Seiring dengan semakin menguatnya posisi Indonesia sebagai eksportir produk berbasis kayu, keberadaan pameran ini dinilai strategis. Ajang tersebut mendorong industri tetap unggul dalam penerapan praktik manufaktur berkelanjutan dan pengembangan inovasi, khususnya pada teknologi produksi panel.

Baca Juga: IFEX 2024, Potensi Besar Industri Mebel untuk Tetap Bertumbuh di Tingkat Global

Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo), Bambang Soepijanto, menambahkan pameran ini menjadi wadah pertemuan penting bagi pelaku industri. "Mulai dari pemasok, pembeli, hingga pemimpin segmen panel kayu dapat berinteraksi langsung untuk menjalin kerja sama yang produktif," kata dia.

Selain pameran produk, peserta juga akan mendapatkan wawasan pasar melalui seminar teknis dan presentasi mengenai keberlanjutan serta tren global. Diskusi-diskusi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para pelaku industri.

Ajang tersebut juga membuka peluang jejaring bisnis yang luas dengan para pemimpin industri global, importir, eksportir, hingga produsen lokal. Melalui pertemuan langsung, para peserta dapat memperluas pasar, memperkuat merek, dan mengamankan kesepakatan strategis.

Edisi tahun depan ditargetkan melibatkan lebih dari 400 perusahaan dari 20 negara serta menarik lebih dari 15.000 peserta. Kehadiran profesional, pembeli, dan pengambil keputusan akan mempertegas peran IFMAC-WOODMAC sebagai pameran industri furnitur dan perkayuan paling komprehensif di kawasan Asia Tenggara.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved