Rem Darurat PSBB Jilid II Diinjak Mulai Senin, Pak Anies Sudah Siap Belum?
Sabtu, 12 September 2020 - 15:30 WIB
loading...
Center of Reform on Economics (Core) mempertanyakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal penarikan rem darurat dengan memberlakukan PSBB mulai Senin. Foto/SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - Center of Reform on Economics (Core) mempertanyakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal penarikan rem darurat dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Pertanyaan itu perihal kesiapan pemerintah DKI dalam menangani persoalan kesehatan dan ekonomi masyarakat bila PSBB diberlakukan.
(Baca Juga: PSBB Jilid II Ala Anies Kantongi Dukungan dari Kadin )
Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, bila kebijakan PSBB jilid II di Jakarta yang rencananya dilakukan pada 14 September besok tidak dibarengi dengan kesiapan dari kedua sektor tersebut. Maka dikhawatirkan warga mengalami darurat ekonomi dan kesehatan yang lebih parah.
"PSBB, tapi tak dilaksanakan secara sungguh sungguh, inilah yang saya khawatirkan akan terjadi nanti. Dari sisi kesehatan dan ekonomi kita gak siap, kalau kita melakukan lockdown (PSBB) gak siap dari segi ekonomi dan kesehatan akan sangat membahayakan. Sementara energi kita sudah terkuras, kita sudah 6 bulan dalam kondisi seperti ini (pandemi Covid-19)," ujar Piter dalam Webinar, Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
Piter menyebut, langkah Anies Baswedan menarik rem darurat di tengah penyebaran Covid-19 yang kian masif dinilai parsial. Penilaian didasari atas sikap Pemprov DKI yang kurang berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah penyangga DKI Jakarta, seperti Bogor, Banten, dan beberapa daerah lainya.
(Baca Juga: PSBB Jilid II Ala Anies Kantongi Dukungan dari Kadin )
Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, bila kebijakan PSBB jilid II di Jakarta yang rencananya dilakukan pada 14 September besok tidak dibarengi dengan kesiapan dari kedua sektor tersebut. Maka dikhawatirkan warga mengalami darurat ekonomi dan kesehatan yang lebih parah.
"PSBB, tapi tak dilaksanakan secara sungguh sungguh, inilah yang saya khawatirkan akan terjadi nanti. Dari sisi kesehatan dan ekonomi kita gak siap, kalau kita melakukan lockdown (PSBB) gak siap dari segi ekonomi dan kesehatan akan sangat membahayakan. Sementara energi kita sudah terkuras, kita sudah 6 bulan dalam kondisi seperti ini (pandemi Covid-19)," ujar Piter dalam Webinar, Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
Piter menyebut, langkah Anies Baswedan menarik rem darurat di tengah penyebaran Covid-19 yang kian masif dinilai parsial. Penilaian didasari atas sikap Pemprov DKI yang kurang berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah penyangga DKI Jakarta, seperti Bogor, Banten, dan beberapa daerah lainya.
Lihat Juga :