PSBB Jilid II Ala Anies Kantongi Dukungan dari Kadin
Sabtu, 12 September 2020 - 13:59 WIB
loading...
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyambut baik kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II secara ketat. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia , Erwin Aksa menyambut baik kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II secara ketat. Dia mencatat, PSBB sebagai instrumen untuk mencegah penyebaran Covid-19.
(Baca Juga: Sindir PSBB Total Ala Anies, Pengusaha: Jangan Sebentar Ini, Sebentar Itu )
"Ingat status kita masih pandemi. Artinya infeksi dari virus (Covid-19) ini masih tinggi. Jadi, saya kira bagaimana ketika lockdown (PSBB) perlu dilakukan adalah langkah untuk menyetop orang masuk rumah sakit karena Covid-19," ujar dia dalam Webinar, Sabtu (12/9/2020).
Menurut Erwin di tengah situasi kedaruratan kesehatan yang kian membahayakan kesehatan warga Ibu Kota, sebaiknya berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat bisa ditunda terlebih dahulu. Apalagi sambung Erwin, saat ini banyak rumah sakit di Jakarta yang melaporkan bahwa kapasitas ruangan isolasi hingga ICU sudah hampir penuh.
"Jadi, sekali lagi perlu dilakukan langkah untuk menyetop orang masuk rumah sakit," kata dia.
(Baca Juga: Sindir PSBB Total Ala Anies, Pengusaha: Jangan Sebentar Ini, Sebentar Itu )
"Ingat status kita masih pandemi. Artinya infeksi dari virus (Covid-19) ini masih tinggi. Jadi, saya kira bagaimana ketika lockdown (PSBB) perlu dilakukan adalah langkah untuk menyetop orang masuk rumah sakit karena Covid-19," ujar dia dalam Webinar, Sabtu (12/9/2020).
Menurut Erwin di tengah situasi kedaruratan kesehatan yang kian membahayakan kesehatan warga Ibu Kota, sebaiknya berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat bisa ditunda terlebih dahulu. Apalagi sambung Erwin, saat ini banyak rumah sakit di Jakarta yang melaporkan bahwa kapasitas ruangan isolasi hingga ICU sudah hampir penuh.
"Jadi, sekali lagi perlu dilakukan langkah untuk menyetop orang masuk rumah sakit," kata dia.
Lihat Juga :