Krisis Anggaran, PNS di Amerika Serikat Terancam PHK Massal

Jum'at, 26 September 2025 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Ancaman PHK ini juga sejalan dengan agenda lama Trump untuk mengecilkan birokrasi federal. Pada Agustus lalu, Direktur Kantor Manajemen Personalia (OPM) Scott Kupor memperkirakan sekitar 300.000 PNS akan meninggalkan pekerjaan mereka pada akhir 2025, dengan 154.000 di antaranya mengambil pensiun dini per 30 September.

Secara hukum, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan PHK dengan pemberitahuan minimal 30-60 hari. Namun, Profesor Hukum Anggaran Universitas Georgetown, David Super, menegaskan bahwa hukum federal tidak memberi wewenang untuk memecat pegawai selama shutdown berlangsung.

Jika shutdown terjadi, program jaminan sosial seperti Social Security dan Medicare serta layanan penting seperti penegakan hukum tidak akan terdampak. Namun, ratusan ribu PNS di bidang seperti pengumpulan data dan pengelolaan Taman Nasional akan dirumahkan sementara tanpa bayaran hingga krisis anggaran terselesaikan.

Krisis anggaran ini semakin runyam setelah Trump membatalkan pertemuan dengan pimpinan Demokrat yang sedianya membahas jalan keluar. Kebuntuan ini memperlihatkan bagaimana tarik ulur politik di Washington menjadikan nasib ratusan ribu PNS sebagai bahan taruhan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved