Krisis Anggaran, PNS di Amerika Serikat Terancam PHK Massal

Jum'at, 26 September 2025 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Dalam memonya, OMB sebanyak enam kali menyebut penolakan Partai Demokrat terhadap rancangan undang-undang pendanaan sementara yang diajukan Partai Republik pekan lalu. Pemimpin Mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengecam keras ancaman tersebut. "Ini adalah upaya intimidasi," ujarnya. "Donald Trump telah memecat pegawai federal sejak hari pertama, bukan untuk memerintah, tetapi untuk menakut-nakuti."

Senator-senator Demokrat dari negara bagian yang banyak menaungi PNS federal, seperti Virginia dan Maryland, menyuarakan penolakan serupa. Senator Virginia Mark Warner dan Tim Kaine menilai ancaman PHK mencerminkan kurangnya kepemimpinan Trump. Sementara Senator Maryland Chris Van Hollen menyebutnya "pemerasan ala mafia" yang menyasar pegawai berdedikasi.

Kebuntuan politik ini membawa pemerintah federal pada ambang shutdown parsial ke-15 sejak 1981. Pemicu utamanya adalah penolakan Demokrat terhadap RUU pendanaan yang diajukan Partai Republik, kecuali jika disertai dengan pembatalan pemangkasan terhadap program kesehatan tertentu.

Baca Juga: Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?

Sikap keras Demokrat kali ini berbeda dengan strategi mereka awal tahun lalu yang memilih kompromi untuk menghindari shutdown. Perubahan sikap tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri Partai Demokrat seiring dengan turunnya tingkat dukungan publik terhadap kebijakan Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Rekomendasi
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved