Ungkap Kunci Utama Selamatkan Rupiah, Ekonom Sebut Bukan Kurang Instrumen
Senin, 29 September 2025 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Syafruddin, masalah Rupiah bukan pada kekurangan instrumen, melainkan pada kurangnya koherensi sinyal antar otoritas. Untuk meredakan volatilitas kurs dan biaya stabilisasi, ia memberikan solusi seperti terapkan pola announce-and-execute dengan parameter yang jelas agar pasar tidak menunda konversi.
Pemerintah, BI, dan OJK perlu mengeluarkan joint statement agar publik menerima satu suara yang konsisten tentang prioritas stabilisasi. Produk dolar AS bank BUMN harus dikalibrasi agar fokus pada kebutuhan lindung nilai korporasi dengan underlying yang jelas, bukan untuk menarik dana ritel.
Mendorong penggunaan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) onshore untuk memperdalam likuiditas lindung nilai domestik dan menurunkan biaya intervensi. Syafruddin menyimpulkan, bahwa keberhasilan kebijakan akan diukur dari menyusutnya volatilitas dan kembalinya minat investor pada SBN.
"Ketika semua itu bergerak serentak, ekspektasi berbalik konstruktif, kredibilitas kebijakan menguat, dan Rupiah memperoleh ruang bernapas yang lebih panjang-bukan karena retorika, melainkan karena disiplin eksekusi yang konsisten," pungkasnya.
Pemerintah, BI, dan OJK perlu mengeluarkan joint statement agar publik menerima satu suara yang konsisten tentang prioritas stabilisasi. Produk dolar AS bank BUMN harus dikalibrasi agar fokus pada kebutuhan lindung nilai korporasi dengan underlying yang jelas, bukan untuk menarik dana ritel.
Mendorong penggunaan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) onshore untuk memperdalam likuiditas lindung nilai domestik dan menurunkan biaya intervensi. Syafruddin menyimpulkan, bahwa keberhasilan kebijakan akan diukur dari menyusutnya volatilitas dan kembalinya minat investor pada SBN.
"Ketika semua itu bergerak serentak, ekspektasi berbalik konstruktif, kredibilitas kebijakan menguat, dan Rupiah memperoleh ruang bernapas yang lebih panjang-bukan karena retorika, melainkan karena disiplin eksekusi yang konsisten," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :