LKPP Gandeng Lokapasar Perkuat Ekosistem Industri Pangan lewat E-Katalog V6
Kamis, 02 Oktober 2025 - 20:48 WIB
loading...
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menggandeng lokapasar untuk memperkuat ekosistem industri pangan nasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menggandeng lokapasar untuk memperkuat ekosistem industri pangan nasional melalui program GAPAI Katalog V6 (Gerakan Akselerasi Pengadaan Pangan Inovatif melalui e-Katalog Versi 6). Program ini menjadi bagian dari upaya akselerasi transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Kepala LKPP RI, Sarah Sadiqa, menyampaikan bahwa inovasi pengadaan perlu terus dilakukan agar transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah semakin adaptif, efektif, efisien, serta mampu mendukung program prioritas nasional secara cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.
"Industri pangan adalah sektor strategis yang menyentuh semua lapisan masyarakat, dari petani, nelayan, UMKM, hingga konsumen rumah tangga. Melalui digitalisasi, pengadaan di sektor pangan dapat lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Sarah dalam diskusi bersama manajemen Mbizmarket di Jakarta.
Baca Juga: Sarah Sadiqa Dilantik Prabowo Jadi Kepala LKPP, Ini Profil dan Riwayat Pendidikannya
Deputi Transformasi Pengadaan Digital LKPP, Patria Susantosa, menambahkan bahwa GAPAI Katalog V6 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pengadaan pemerintah dalam ekosistem pangan. "Kami optimistis, pada Oktober mendatang, pengembangan Katalog V6 akan sepenuhnya terintegrasi dengan sistem pembayaran sehingga Katalog V5 dapat ditutup. Ini bukti pengadaan mendukung prioritas nasional di sektor pangan," ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai industri pangan pada 2024 mencapai Rp981 triliun atau berkontribusi 6,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp16.970 triliun. Selain itu, industri pangan menyumbang 38 persen terhadap industri pengolahan nonmigas. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi pengadaan pangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, dari total belanja pengadaan sektor pangan tahun 2025 sebesar Rp54 triliun, baru sekitar Rp15 triliun atau 27 persen yang terserap. Menurut LKPP, inovasi seperti GAPAI Katalog V6 diperlukan agar percepatan realisasi belanja pemerintah dapat diwujudkan menjelang akhir tahun anggaran.
Baca Juga: LKPP Akselerasi Belanja Pemerintah dengan Platform Digital
GAPAI Katalog V6 dirancang untuk memperluas transaksi sektor pangan, memperkuat infrastruktur digital, mendorong adopsi teknologi, serta meningkatkan jumlah pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam ekosistem pengadaan pemerintah. Lokapasar menjadi mitra strategis dalam mempercepat keikutsertaan UMKM. Salah satunya adalah Mbizmarket yang telah melibatkan lebih dari 50 ribu UMKM dengan dominasi produk makanan, minuman, serta kebutuhan pertanian.
Berdasarkan data transaksi, 56 persen belanja pemerintah melalui lokapasar berasal dari produk makanan dan minuman. Selain itu, kategori pertanian seperti pupuk, benih, pestisida, hingga alat pertanian juga menjadi bagian penting. Dengan sinergi bersama lokapasar, LKPP menargetkan ekosistem pangan nasional semakin terintegrasi dan berdaya saing.
Kepala LKPP RI, Sarah Sadiqa, menyampaikan bahwa inovasi pengadaan perlu terus dilakukan agar transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah semakin adaptif, efektif, efisien, serta mampu mendukung program prioritas nasional secara cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.
"Industri pangan adalah sektor strategis yang menyentuh semua lapisan masyarakat, dari petani, nelayan, UMKM, hingga konsumen rumah tangga. Melalui digitalisasi, pengadaan di sektor pangan dapat lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Sarah dalam diskusi bersama manajemen Mbizmarket di Jakarta.
Baca Juga: Sarah Sadiqa Dilantik Prabowo Jadi Kepala LKPP, Ini Profil dan Riwayat Pendidikannya
Deputi Transformasi Pengadaan Digital LKPP, Patria Susantosa, menambahkan bahwa GAPAI Katalog V6 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pengadaan pemerintah dalam ekosistem pangan. "Kami optimistis, pada Oktober mendatang, pengembangan Katalog V6 akan sepenuhnya terintegrasi dengan sistem pembayaran sehingga Katalog V5 dapat ditutup. Ini bukti pengadaan mendukung prioritas nasional di sektor pangan," ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai industri pangan pada 2024 mencapai Rp981 triliun atau berkontribusi 6,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp16.970 triliun. Selain itu, industri pangan menyumbang 38 persen terhadap industri pengolahan nonmigas. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi pengadaan pangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, dari total belanja pengadaan sektor pangan tahun 2025 sebesar Rp54 triliun, baru sekitar Rp15 triliun atau 27 persen yang terserap. Menurut LKPP, inovasi seperti GAPAI Katalog V6 diperlukan agar percepatan realisasi belanja pemerintah dapat diwujudkan menjelang akhir tahun anggaran.
Baca Juga: LKPP Akselerasi Belanja Pemerintah dengan Platform Digital
GAPAI Katalog V6 dirancang untuk memperluas transaksi sektor pangan, memperkuat infrastruktur digital, mendorong adopsi teknologi, serta meningkatkan jumlah pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam ekosistem pengadaan pemerintah. Lokapasar menjadi mitra strategis dalam mempercepat keikutsertaan UMKM. Salah satunya adalah Mbizmarket yang telah melibatkan lebih dari 50 ribu UMKM dengan dominasi produk makanan, minuman, serta kebutuhan pertanian.
Berdasarkan data transaksi, 56 persen belanja pemerintah melalui lokapasar berasal dari produk makanan dan minuman. Selain itu, kategori pertanian seperti pupuk, benih, pestisida, hingga alat pertanian juga menjadi bagian penting. Dengan sinergi bersama lokapasar, LKPP menargetkan ekosistem pangan nasional semakin terintegrasi dan berdaya saing.
(nng)
Lihat Juga :