Leadership Jelek, Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Kinerja Bahlil
Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau subsidi minyak tahun depan naik dibanding 2025, itu artinya produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan nasional. Impor masih tinggi, terutama untuk BBM dan LPG," jelasnya.
Baca Juga: Canda Presiden Prabowo ke Bahlil: Nasib Kau Baik Jadi Menteri
Selain migas, sektor energi terbarukan juga belum menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, namun hingga semester I-2025 baru terealisasi sekitar 16 persen.
"Produksi minyak tidak naik, target bauran energi terbarukan tidak tercapai, subsidinya naik. Artinya kinerja sektor ESDM itu nggak terlalu bagus di bawah menteri sekarang," pungkas Fabby.
Baca Juga: Canda Presiden Prabowo ke Bahlil: Nasib Kau Baik Jadi Menteri
Selain migas, sektor energi terbarukan juga belum menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, namun hingga semester I-2025 baru terealisasi sekitar 16 persen.
"Produksi minyak tidak naik, target bauran energi terbarukan tidak tercapai, subsidinya naik. Artinya kinerja sektor ESDM itu nggak terlalu bagus di bawah menteri sekarang," pungkas Fabby.
(nng)
Lihat Juga :