Harga Emas Terus Meroket Tembus Rekor Rp2.383.000/Gram, Sampai Kapan Naik Terus?
Rabu, 15 Oktober 2025 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Ibrahim menyoroti Partai Demokrat yang masih kukuh mempertahankan program kesehatan tanpa pemotongan 50%. Di tengah kebuntuan fiskal ini, Ibrahim memperkirakan Bank Sentral AS (The Fed) kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan minggu ini.
Kebijakan ini diambil untuk merespons kondisi fiskal AS, meskipun rilis data penting seperti pengangguran dan inflasi kemungkinan tertunda akibat libur panjang. Ketegangan geopolitik juga menjadi pemicu. Meskipun di Timur Tengah terjadi gencatan senjata, konflik di Eropa terus memanas seiring permintaan rudal oleh Ukraina kepada Prancis untuk menghadapi serangan Rusia.
Selain itu, kondisi politik di Prancis dan Jepang juga tidak pasti. Di Jepang, Perdana Menteri berfokus melegalkan kripto, yang kemungkinan berlawanan dengan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga rendah (anti-kenaikan suku bunga), sehingga membuat indeks dolar melemah dan emas menguat.
Kebijakan ini diambil untuk merespons kondisi fiskal AS, meskipun rilis data penting seperti pengangguran dan inflasi kemungkinan tertunda akibat libur panjang. Ketegangan geopolitik juga menjadi pemicu. Meskipun di Timur Tengah terjadi gencatan senjata, konflik di Eropa terus memanas seiring permintaan rudal oleh Ukraina kepada Prancis untuk menghadapi serangan Rusia.
Selain itu, kondisi politik di Prancis dan Jepang juga tidak pasti. Di Jepang, Perdana Menteri berfokus melegalkan kripto, yang kemungkinan berlawanan dengan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga rendah (anti-kenaikan suku bunga), sehingga membuat indeks dolar melemah dan emas menguat.
(akr)
Lihat Juga :