Kartu Prakerja Jadi Harapan Penopang Ekonomi Saat Pandemi

Senin, 14 September 2020 - 09:03 WIB
loading...
Kartu Prakerja Jadi...
Seorang petugas mendampingi warga yang mendaftar Kartu Prakerja. Foto: dok/Antara
A A A
JAKARTA - Peminat program Kartu Prakerja membeludak. Tidak tanggung-tanggung, tercatat pendaftar program tersebut mencapai 22 juta orang. Ini jadi sinyal kuat program Kartu Prakerja jadi harapan besar penopang ekonomi kala pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mencatat, pendaftar Kartu Prakerja telah mencapai 22 juta orang, sementara pemerintah baru menetapkan sedikitnya 3,8 juta orang sebagai penerima Kartu Prakerja hingga gelombang ke tujuh. (Baca: Disebut sebagai LSM, Begini Jawaban Majelis Ulama Indonesia)

Membeludaknya minat pendaftar Kartu Prakerja tidak bisa dimungkiri karena adanya insentif yang diberikan pemerintah. Apalagi, kini program Kartu Prakerja yang diposisikan sebagai semibantuan sosial (bansos) bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan, dan pekerja informal terdampak Covid-19. Program ini memberikan bantuan biaya pelatihan dan insentif dengan total bantuan Rp3,5 juta untuk 5,6 juta penerima.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini hampir semua masyarakat berharap ada tambahan dari berbagai bantuan yang disalurkan pemerintah.

“Baik itu Bantuan Langsung Tunai ataupun Kartu Prakerja. Di sisi lain meski banyak pro dan kontra, tapi Kartu Prakerja ini masih sangat diharapkan di tengah pandemi Covid-19 yang tentunya bisa menyelamatkan, terutama bagi mereka yang terkena PHK,” ujarnya dihubungi di Jakarta kemarin. (Baca juga: Wabah Corona, Bolehkah Salat Memakai Masker?)

Menurut Bhima, Kartu Prakerja dalam bentuk pelatihan dinilai belum tepat sasaran sebab masyarakat saat ini membutuhkan insentif dalam bentuk tunai. “Tapi tidak semua diberi pelatihan. Ada yang setelah diberi pelatihan, kemudian diberi insentif dana. Nah, insentif inilah saya kira yang sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menaker Hadiri Penandatanganan...
Menaker Hadiri Penandatanganan PKB Pertamina dan Serikat Pekerja
Kemenko Perekonomian...
Kemenko Perekonomian Usul Prabowo Lanjutkan Program Kartu Prakerja
Kebutuhan Green Job...
Kebutuhan Green Job Diproyeksikan Capai 4,4 Juta di 2030
Coming Soon, Program...
Coming Soon, Program Kartu Prakerja Segera Dibuka Lagi Pertengahan 2024
Bukti Nyata, Mayoritas...
Bukti Nyata, Mayoritas Alumni Kartu Prakerja Masih Jadi Pengangguran
Ada Kabar LPDP Dialihkan...
Ada Kabar LPDP Dialihkan ke Kartu Prakerja, Begini Penjelasan Menko Airlangga
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Menaker Siap Pangkas...
Menaker Siap Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas hingga Adminstratif Kementerian
BSKDN Kembangkan Instrumen...
BSKDN Kembangkan Instrumen untuk Ukur Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran
Rekomendasi
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved