Satu Tahun Prabowo-Gibran: Menantang Badai, Membawa Energi hingga Pelosok Negeri
Senin, 20 Oktober 2025 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Melalui program One Village One Outlet (OVOO), Pertamina juga bergerak mengantarkan LPG subsidi menjangkau wilayah pelosok hingga mencapai 269.096 pangkalan LPG di 38 provinsi. Setahun Prabowo-Gibran, Pertamina telah meningkatkan status 370.000 pengecer LPG 3 kg menjadi sub pangkalan. Implementasi kebijakan tersebut semakin memperkuat layanan LPG untuk masyarakat hingga ke tingkat RW dan RT.
"Pertamina bergerak mendistribusikan BBM dan LPG dengan memanfaatkan multi moda, baik darat, laut dan udara. Ketersediaan energi menjadi faktor utama yang mendorong kemajuan ekonomi masyarakat terlebih di wilayah 3T," tegas Simon.
Jejak tersebut membuktikan Pertamina tidak hanya bergerak di kota besar atau semata mencari keuntungan melainkan mengabdi untuk kemajuan negeri. Pertamina juga terus meningkatkan keandalan infrastruktur pengolahan dengan melakukan pengembangan kilang serta sarana dan fasilitas pendukun.
Pertamina juga telah menyelesaikan pembangunan 2 tangki minyak mentah raksasa di Lawe Lawe yang merupakan tangki terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas masing masing 1 juta barel. Tangki Lawe-Lawe merupakan bagian dari proyek RDMP Balikpapan yang menaikkan kapasitas pengolahan kilang Balikpapan yang mencapai 360.000 bph. Proyek RDMP Balikpapan juga akan mengoperasikan unit utama hasil proyek RDMP Balikpapan yaitu RFCC pada akhir tahun ini.
Demikian halnya Kilang Balongan, Pertamina telah menyelesaikan pembangunan empat unit tangki baru masing-masing memiliki kapasitas 29.000 meter kubik. Penambahan total kapasitas penyimpanan ini memperkokoh peran Kilang Balongan dalam mengelola inventaris produk BBM.
Pertamina juga melakukan inisiatif pembangunan pipa minyak yang menghubungkan Kilang Balongan dengan Terminal BBM Plumpang. Pipa sepanjang 96 kilometer ini akan menyalurkan sekitar 4,6 juta kiloliter BBM per tahun untuk menjamin keandalan pasokan BBM ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta dengan menyerap sekitar 30% konsumsi nasional.
"Kehadiran infrastruktur energi sangat strategis untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi nasional sebagaimana yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkas Simon.
"Pertamina bergerak mendistribusikan BBM dan LPG dengan memanfaatkan multi moda, baik darat, laut dan udara. Ketersediaan energi menjadi faktor utama yang mendorong kemajuan ekonomi masyarakat terlebih di wilayah 3T," tegas Simon.
Jejak tersebut membuktikan Pertamina tidak hanya bergerak di kota besar atau semata mencari keuntungan melainkan mengabdi untuk kemajuan negeri. Pertamina juga terus meningkatkan keandalan infrastruktur pengolahan dengan melakukan pengembangan kilang serta sarana dan fasilitas pendukun.
Pertamina juga telah menyelesaikan pembangunan 2 tangki minyak mentah raksasa di Lawe Lawe yang merupakan tangki terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas masing masing 1 juta barel. Tangki Lawe-Lawe merupakan bagian dari proyek RDMP Balikpapan yang menaikkan kapasitas pengolahan kilang Balikpapan yang mencapai 360.000 bph. Proyek RDMP Balikpapan juga akan mengoperasikan unit utama hasil proyek RDMP Balikpapan yaitu RFCC pada akhir tahun ini.
Demikian halnya Kilang Balongan, Pertamina telah menyelesaikan pembangunan empat unit tangki baru masing-masing memiliki kapasitas 29.000 meter kubik. Penambahan total kapasitas penyimpanan ini memperkokoh peran Kilang Balongan dalam mengelola inventaris produk BBM.
Pertamina juga melakukan inisiatif pembangunan pipa minyak yang menghubungkan Kilang Balongan dengan Terminal BBM Plumpang. Pipa sepanjang 96 kilometer ini akan menyalurkan sekitar 4,6 juta kiloliter BBM per tahun untuk menjamin keandalan pasokan BBM ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta dengan menyerap sekitar 30% konsumsi nasional.
"Kehadiran infrastruktur energi sangat strategis untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi nasional sebagaimana yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkas Simon.
(nng)
Lihat Juga :