Satu Tahun Prabowo-Gibran: Menantang Badai, Membawa Energi hingga Pelosok Negeri

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:42 WIB
loading...
Satu Tahun Prabowo-Gibran:...
Pertamina menegaskan komitmennya dalam meningkatkan ketahanan energi nasional melalui integrasi rantai pasok distribusi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Genap setahun pemerintahan Prabowo-Gibran menegaskan komitmennya dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Hal itu diwujudkan PT Pertamina (Persero) dengan terus menambah jumlah tanker guna memastikan kelancaran transportasi dan distribusi energi di dalam negeri.

Sepanjang 2024, Pertamina International Shipping (PIS), telah mengangkut 161 miliar liter energi berupa bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. PIS berhasil memperkuat kapasitas angkut dengan menambah 10 armada tanker, di antaranya 4 tanker Very Large Gas Carrier (VLGC) terdiri dari VLGC Pertamina Gas Caspia, VLGC Pertamina Gas Dahlia, VLGC Pertamina Gas Tulip dan VLGC Pertamina Gas Bergenia. Lalu, tanker PIS Jawa, PIS Kalimantan, PIS Kerinci, PIS Rinjani, PIS Rokan dan PIS Natuna, sehingga total kapal mencapai 102 unit hingga akhir tahun 2024.

"Jumlah kapal ini merupakan kepemilikan langsung dari PIS," ujar Corporate Secretary PIS Muhammad Baron, belum lama ini.

Kapal-kapal yang dioperasikan PIS tersebut berlayar di 65 rute internasional. Jumlah ini bertambah signifikan dari 2021 sebanyak 11 rute. Dalam upaya memperkuat daya saing di kancah global, rute kapal-kapal PIS ditargetkan terus bertambah. Penguatan armada ini menyesuaikan peningkatan permintaan energi nasional. PIS saat ini memiliki 3 kantor cabang melalui anak usahanya, yakni PIS Asia Pacific yang berkantor di Singapura, Dubai, dan London.

Baca Juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran, 4 Kali Reshuffle Dilakukan

Baron menuturkan, capaian tersebut menunjukkan transformasi bisnis PIS berada di jalur yang tepat untuk memberikan kontribusi perusahaan dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Perjalanan tanker-tanker Pertamina membawa energi mengarungi samudera penuh tantangan. Tanker Pertamina harus menghadapi gelombang besar dan badai saat berlayar melalui rute internasional maupun domestik.

Situasi geopolitik ketika Iran ingin menutup Selat Hormuz juga menjadi hambatan lantaran selat tersebut merupakan jalur pelayaran dari negara-negara produsen minyak di Timur Tengah berkontribusi lebih dari 20% pasokan global.

Namun, PIS tetap bertekad menjaga ketahanan energi nasional dengan memperkuat protokol keselamatan dan menyiapkan jalur alternatif lain melalui Oman dan India. Langkah tersebut untuk memastikan pengangkutan energi berjalan dengan optimal melalui pengawasan intensif di jalur pergerakan tanker.

"Pengawasan ketat dilakukan melalui koordinasi langsung dengan otoritas maritim setempat, awak kapal, dan sistem pemantauan realtime terintegrasi," terang Baron.

Hal senada juga diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso. Menurut dia, Pertamina terus mengantisipasi jika terjadi eskalasi geopolitik dengan memonitor kapal-kapal Pertamina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
UMiMAX Pertamina Dorong...
UMiMAX Pertamina Dorong Kemandirian Pelaku Usaha Ultra Mikro
Rekomendasi
Presiden PKS soal Perpres...
Presiden PKS soal Perpres 111/2025: Langkah Tepat Pemerintah Jadikan Kampanye LGBTQ Ancaman Nonmiliter
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
4 Drama Korea Paling...
4 Drama Korea Paling Ditunggu Juli 2026, dari Romansa hingga Thriller Aksi
Berita Terkini
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved