BUKA Group Perkuat Literasi Digital dan Keuangan Pelaku Usaha Mikro Perempuan
Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:28 WIB
loading...
BUKA Group menggelar acara puncak program PUJAAN mengusung tema Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - BUKA Group menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi digital dan keuangan bagi pelaku usaha mikro perempuan di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi.
Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador BUKA Group, Yenny Wahid, mengatakan perkembangan teknologi membawa peluang besar bagi pelaku usaha mikro perempuan untuk tumbuh. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga memunculkan ancaman baru, seperti penipuan daring, kejahatan siber, hingga judi online yang kian marak.
"Di era digital saat ini, banyak keluarga yang menghadapi risiko baru, seperti penipuan daring dan judi online. Korbannya tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak muda. Karena itu, literasi digital menjadi benteng pertama untuk melindungi keluarga," ujar Yenny dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: Perluas Ekspansi Bisnis, Bukalapak Dukung Ekosistem Industri Game Lokal
Menurut Yenny, perempuan memiliki posisi strategis untuk menjadi penjaga digital keluarga karena mereka tidak hanya mengelola ekonomi rumah tangga, tetapi juga dapat berperan aktif dalam membangun kesadaran digital yang sehat di lingkungan sekitar.
Senada, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, judi online merupakan ancaman serius bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyebut banyak keluarga yang hancur akibat dampak ekonomi maupun psikologis dari perjudian daring.
"Perempuan adalah garda terdepan dalam menjaga keluarga dari ancaman digital. Saya mengapresiasi inisiatif PUJAAN dari BUKA Group yang memberi ruang bagi perempuan untuk memperkuat pengetahuan dan daya tahan digital mereka," kata Meutya.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai peningkatan literasi keuangan perempuan pelaku UMKM merupakan kunci memperluas inklusi ekonomi nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip “2L” - legal dan logis, agar masyarakat berhati-hati terhadap penawaran keuangan digital yang tidak jelas legalitasnya.
"Perempuan memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mencapai target pertumbuhan delapan persen, kita perlu mendorong UMKM daerah sebagai sumber pertumbuhan baru. Itu hanya bisa dicapai bila literasi dan inklusi keuangan perempuan diperkuat," tutur Friderica.
Baca Juga: Cerita UMKM Binaan Pertamina Raup Rp300 Juta per Bulan dari Olahan Kelapa
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, BUKA Group menggelar acara puncak program PUJAAN (Perempuan Jagoan Pencari Cuan) yang mengusung tema Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya. Program ini fokus pada literasi keuangan, kesadaran anti-penipuan, serta penguatan peran perempuan pelaku UMKM warung dalam memperluas adopsi digital dan kampanye anti-judi online.
Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador BUKA Group, Yenny Wahid, mengatakan perkembangan teknologi membawa peluang besar bagi pelaku usaha mikro perempuan untuk tumbuh. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga memunculkan ancaman baru, seperti penipuan daring, kejahatan siber, hingga judi online yang kian marak.
"Di era digital saat ini, banyak keluarga yang menghadapi risiko baru, seperti penipuan daring dan judi online. Korbannya tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak muda. Karena itu, literasi digital menjadi benteng pertama untuk melindungi keluarga," ujar Yenny dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: Perluas Ekspansi Bisnis, Bukalapak Dukung Ekosistem Industri Game Lokal
Menurut Yenny, perempuan memiliki posisi strategis untuk menjadi penjaga digital keluarga karena mereka tidak hanya mengelola ekonomi rumah tangga, tetapi juga dapat berperan aktif dalam membangun kesadaran digital yang sehat di lingkungan sekitar.
Senada, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, judi online merupakan ancaman serius bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyebut banyak keluarga yang hancur akibat dampak ekonomi maupun psikologis dari perjudian daring.
"Perempuan adalah garda terdepan dalam menjaga keluarga dari ancaman digital. Saya mengapresiasi inisiatif PUJAAN dari BUKA Group yang memberi ruang bagi perempuan untuk memperkuat pengetahuan dan daya tahan digital mereka," kata Meutya.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai peningkatan literasi keuangan perempuan pelaku UMKM merupakan kunci memperluas inklusi ekonomi nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip “2L” - legal dan logis, agar masyarakat berhati-hati terhadap penawaran keuangan digital yang tidak jelas legalitasnya.
"Perempuan memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mencapai target pertumbuhan delapan persen, kita perlu mendorong UMKM daerah sebagai sumber pertumbuhan baru. Itu hanya bisa dicapai bila literasi dan inklusi keuangan perempuan diperkuat," tutur Friderica.
Baca Juga: Cerita UMKM Binaan Pertamina Raup Rp300 Juta per Bulan dari Olahan Kelapa
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, BUKA Group menggelar acara puncak program PUJAAN (Perempuan Jagoan Pencari Cuan) yang mengusung tema Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya. Program ini fokus pada literasi keuangan, kesadaran anti-penipuan, serta penguatan peran perempuan pelaku UMKM warung dalam memperluas adopsi digital dan kampanye anti-judi online.
(nng)
Lihat Juga :