Perkuat Daya Saing, 100 UMKM di Wilayah Indonesia Timur Diberi Pendampingan
Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:41 WIB
loading...
100 pelaku UMKM di wilayah Indonesia Timur mendapatkan pendampingan komprehensif melalui program Kolaborasi Pembinaan Mitra Binaan Penerima Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil oleh Sarinah Pandu. Foto/Dok
A
A
A
MAKASSAR - 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di wilayah Indonesia Timur mendapatkan pendampingan komprehensif melalui program Kolaborasi Pembinaan Mitra Binaan Penerima Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil oleh Sarinah Pandu. Agenda ini digelar oleh PT Sarinah di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar pada 14 Oktober 2025.
Program ini mempercepat pertumbuhan dan memperluas akses pasar bagi UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional dan menembus pasar global. Melalui pendekatan Asah, Asih, Asuh, para peserta didorong untuk mengasah potensi, memperkuat jejaring, dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Program Sarinah Pandu terselenggara berkat kolaborasi antara Sarinah dan 12 BUMN besar, yakni Perum Pembangunan Perumahan Nasional, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Jaminan Kredit Indonesia, PT Kawasan Industri Makassar (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), PT Sucofindo, PT Taspen (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Baca Juga: Kolaborasi Pendanaan untuk Mengembangkan Bisnis UKM
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan menyatakan, bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi Sarinah sebagai Cultural Experience Center dan penggerak utama pemberdayaan UMKM nasional.
“Program ini diancang bukan sekadar pelatihan, tetapi sebagai proses pendewasaan bisnis bagi para pelaku UMKM. Kami ingin mereka memahami nilai dari sebuah brand, mengelola usaha dengan profesional, dan percaya diri membawa produk Indonesia ke panggung dunia,” tutur Raisha, Senin (20/10).
"Melalui pendekatan Asah, Asih, Asuh, Sarinah hadir bukan hanya sebagai tempat berjualan, tapi sebagai mitra pertumbuhan yang mendampingi dari hulu hingga hilir," imbuhnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu kolaborator juga menekankan pentingnya keseimbangan antara akses modal dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Antonius Aris Bangun Prasetyo, Department Head di Micro Business Development Group Bank BRI mengatakan, modal bisa membuka pintu usaha, tetapi pengetahuan dan komitmen yang membuatnya tetap terbuka.
"Melalui kolaborasi ini, BRI menjadi penyalur dana PUMK yang berasal dari BUMN-BUMN pemilik dana, dan selanjutnya BUMN-BUMN pemilik dana mempercayakan kepada PT Sarinah untuk melakukan pembinaan melalui Sarinah Pandu, sehingga para pelaku UMKM penerima dana PUMK (Mitra Binaan) tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga pembekalan keterampilan dan wawasan yang akan menopang keberlanjutan usahanya,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan rangkaian pelatihan intensif yang dipandu oleh Dias Adidharma, Business Development Group Head PT Sarinah. Materi pelatihan mencakup aspek-aspek penting yang dibutuhkan UMKM saat ini, seperti literasi keuangan, strategi pemasaran dan branding, serta legalitas dan sertifikasi produk.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga membuka perspektif baru bagi para pelaku usaha tentang pentingnya membangun identitas merek, memahami perilaku konsumen, dan mengelola bisnis secara profesional.
Banyak peserta menyebut kegiatan ini membantu mereka menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih terarah dan siap menghadapi pasar digital. Salah satu peserta, Ani, UMKM asal Makassar, mengungkapkan bagaimana pelatihan ini mengubah cara pandangnya terhadap bisnis.
Baca Juga: LPEI Gandeng Sarinah Kembangkan UMKM Berorientasi Ekspor
“Selama ini saya hanya fokus membuat produk. Lewat program ini, saya belajar bagaimana mengelola keuangan, membangun merek, dan menjual secara digital. Saya pulang dengan rencana baru dan semangat baru untuk memperluas usaha,” ujarnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Sarinah untuk membangun rantai nilai ritel yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan wajah baru UMKM Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan siap mendunia.
Program ini mempercepat pertumbuhan dan memperluas akses pasar bagi UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional dan menembus pasar global. Melalui pendekatan Asah, Asih, Asuh, para peserta didorong untuk mengasah potensi, memperkuat jejaring, dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Program Sarinah Pandu terselenggara berkat kolaborasi antara Sarinah dan 12 BUMN besar, yakni Perum Pembangunan Perumahan Nasional, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Jaminan Kredit Indonesia, PT Kawasan Industri Makassar (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), PT Sucofindo, PT Taspen (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Baca Juga: Kolaborasi Pendanaan untuk Mengembangkan Bisnis UKM
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan menyatakan, bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi Sarinah sebagai Cultural Experience Center dan penggerak utama pemberdayaan UMKM nasional.
“Program ini diancang bukan sekadar pelatihan, tetapi sebagai proses pendewasaan bisnis bagi para pelaku UMKM. Kami ingin mereka memahami nilai dari sebuah brand, mengelola usaha dengan profesional, dan percaya diri membawa produk Indonesia ke panggung dunia,” tutur Raisha, Senin (20/10).
"Melalui pendekatan Asah, Asih, Asuh, Sarinah hadir bukan hanya sebagai tempat berjualan, tapi sebagai mitra pertumbuhan yang mendampingi dari hulu hingga hilir," imbuhnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu kolaborator juga menekankan pentingnya keseimbangan antara akses modal dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Antonius Aris Bangun Prasetyo, Department Head di Micro Business Development Group Bank BRI mengatakan, modal bisa membuka pintu usaha, tetapi pengetahuan dan komitmen yang membuatnya tetap terbuka.
"Melalui kolaborasi ini, BRI menjadi penyalur dana PUMK yang berasal dari BUMN-BUMN pemilik dana, dan selanjutnya BUMN-BUMN pemilik dana mempercayakan kepada PT Sarinah untuk melakukan pembinaan melalui Sarinah Pandu, sehingga para pelaku UMKM penerima dana PUMK (Mitra Binaan) tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga pembekalan keterampilan dan wawasan yang akan menopang keberlanjutan usahanya,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan rangkaian pelatihan intensif yang dipandu oleh Dias Adidharma, Business Development Group Head PT Sarinah. Materi pelatihan mencakup aspek-aspek penting yang dibutuhkan UMKM saat ini, seperti literasi keuangan, strategi pemasaran dan branding, serta legalitas dan sertifikasi produk.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga membuka perspektif baru bagi para pelaku usaha tentang pentingnya membangun identitas merek, memahami perilaku konsumen, dan mengelola bisnis secara profesional.
Banyak peserta menyebut kegiatan ini membantu mereka menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih terarah dan siap menghadapi pasar digital. Salah satu peserta, Ani, UMKM asal Makassar, mengungkapkan bagaimana pelatihan ini mengubah cara pandangnya terhadap bisnis.
Baca Juga: LPEI Gandeng Sarinah Kembangkan UMKM Berorientasi Ekspor
“Selama ini saya hanya fokus membuat produk. Lewat program ini, saya belajar bagaimana mengelola keuangan, membangun merek, dan menjual secara digital. Saya pulang dengan rencana baru dan semangat baru untuk memperluas usaha,” ujarnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Sarinah untuk membangun rantai nilai ritel yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan wajah baru UMKM Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan siap mendunia.
(akr)
Lihat Juga :