FP One Prudential Libatkan Ikutpsikotes dalam Asesmen 250 Karyawan
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 08:27 WIB
loading...
Platform psikotes digital Ikutpsikotes menjadi mitra penyelenggara asesmen psikologis bagi 250 karyawan FP One Prudential. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Platform psikotes digital Ikutpsikotes menjadi mitra penyelenggara asesmen psikologis bagi 250 karyawan FP One Prudential. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi FP One Prudential dalam memperkuat pengembangan serta pemetaan potensi sumber daya manusia (SDM).
“Kami mengapresiasi kepercayaan dari FP One Prudential. Melalui asesmen ini, perusahaan dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai potensi karyawan untuk mendukung strategi pengembangan SDM yang lebih efektif,” ujar Direktur Ikutpsikotes Patricia Oliviani dalam pernyataannya, Jumat (24/10).
Baca Juga: Prudential Syariah dan Muhammadiyah Sinergi Tingkatkan Literasi Asuransi Syariah
Pelaksanaan tes dilakukan secara terpadu menggunakan sistem digital Ikutpsikotes, yang memungkinkan proses asesmen berlangsung lebih efisien, akurat, dan mudah diakses. Seluruh peserta mengikuti rangkaian tes yang mencakup penilaian kemampuan kognitif, kepribadian, hingga potensi kerja dengan antusias.
Lebih lanjut, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen pihaknya untuk mendukung dunia kerja Indonesia melalui layanan asesmen berbasis teknologi. Sementara itu, Chairman FP One Agency Andreas Sindudharma menilai kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memastikan keselarasan antara potensi individu dan kebutuhan organisasi.
“Kami percaya pengembangan SDM berawal dari pemahaman mendalam terhadap potensi setiap karyawan. Dengan dukungan Ikutpsikotes, kami dapat mengambil langkah yang lebih terukur dalam pengelolaan dan peningkatan kinerja tim,” katanya.
Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Biaya Hidup, Prudential Syariah Tawarkan Proteksi Jangka Panjang
Sebagai platform asesmen psikologis berbasis digital, Ikutpsikotes telah digunakan oleh lebih dari 850 perusahaan di Indonesia dalam berbagai proses, mulai dari rekrutmen, promosi, hingga pengembangan karyawan lintas industri.
Melalui kolaborasi ini, Ikutpsikotes dan FP One Prudential menegaskan komitmen terhadap transformasi digital di bidang pengelolaan SDM. Keduanya juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam membangun tenaga kerja yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era modern.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dari FP One Prudential. Melalui asesmen ini, perusahaan dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai potensi karyawan untuk mendukung strategi pengembangan SDM yang lebih efektif,” ujar Direktur Ikutpsikotes Patricia Oliviani dalam pernyataannya, Jumat (24/10).
Baca Juga: Prudential Syariah dan Muhammadiyah Sinergi Tingkatkan Literasi Asuransi Syariah
Pelaksanaan tes dilakukan secara terpadu menggunakan sistem digital Ikutpsikotes, yang memungkinkan proses asesmen berlangsung lebih efisien, akurat, dan mudah diakses. Seluruh peserta mengikuti rangkaian tes yang mencakup penilaian kemampuan kognitif, kepribadian, hingga potensi kerja dengan antusias.
Lebih lanjut, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen pihaknya untuk mendukung dunia kerja Indonesia melalui layanan asesmen berbasis teknologi. Sementara itu, Chairman FP One Agency Andreas Sindudharma menilai kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memastikan keselarasan antara potensi individu dan kebutuhan organisasi.
“Kami percaya pengembangan SDM berawal dari pemahaman mendalam terhadap potensi setiap karyawan. Dengan dukungan Ikutpsikotes, kami dapat mengambil langkah yang lebih terukur dalam pengelolaan dan peningkatan kinerja tim,” katanya.
Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Biaya Hidup, Prudential Syariah Tawarkan Proteksi Jangka Panjang
Sebagai platform asesmen psikologis berbasis digital, Ikutpsikotes telah digunakan oleh lebih dari 850 perusahaan di Indonesia dalam berbagai proses, mulai dari rekrutmen, promosi, hingga pengembangan karyawan lintas industri.
Melalui kolaborasi ini, Ikutpsikotes dan FP One Prudential menegaskan komitmen terhadap transformasi digital di bidang pengelolaan SDM. Keduanya juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam membangun tenaga kerja yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era modern.
(nng)
Lihat Juga :