Potret Modernisasi Perkeretaapian: Kemajuan MRT dan Beban Utang Whoosh Rp116 Triliun
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan terbesar masih disumbang dari naming rights atau hak penamaan stasiun sebesar 50%. Di posisi kedua, pendapatan MRT disumbang oleh advertising sebesar 24%, mitra pembayaran 12%, retail 8%, telco dan digital 4%, event activation dan TOD masing-masing 1%.
PT Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta mencatatkan laba bersih tahun berjalan 2024 yakni Rp9,08 miliar atau turun 50,98% jika dibandingkan dengan periode sama 2023 sebesar Rp18,92 miliar.
Penurunan ini terjadi ketika pendapatan MRT Jakarta tahun 2024 tercatat Rp1,38 triliun yang meningkat 2,34% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp1,35 triliun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya beban pajak penghasilan.
Baca Juga: Selamatkan Utang Whoosh Rp116 Triliun, Indonesia Bisa Belajar dari Shinkansen Jepang
Kinerja pendapatan ini terungkap dalam laporan keuangan, pendapatan sebesar Rp1,38 triliun di tahun 2024 berasal dari pendapatan tiket Rp288,65 miliar atau naik 15,06% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp250,87 miliar.
Sementara, pendapatan non tiket senilai Rp332,01 miliar di 2024 atau turun 7,37% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp358,42 miliar.Sedangkan pendapatan subsidi mencapai Rp765,20 miliar di 2024 atau naik 2,88% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp743,76 miliar.
PT Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta mencatatkan laba bersih tahun berjalan 2024 yakni Rp9,08 miliar atau turun 50,98% jika dibandingkan dengan periode sama 2023 sebesar Rp18,92 miliar.
Penurunan ini terjadi ketika pendapatan MRT Jakarta tahun 2024 tercatat Rp1,38 triliun yang meningkat 2,34% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp1,35 triliun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya beban pajak penghasilan.
Baca Juga: Selamatkan Utang Whoosh Rp116 Triliun, Indonesia Bisa Belajar dari Shinkansen Jepang
Kinerja pendapatan ini terungkap dalam laporan keuangan, pendapatan sebesar Rp1,38 triliun di tahun 2024 berasal dari pendapatan tiket Rp288,65 miliar atau naik 15,06% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp250,87 miliar.
Sementara, pendapatan non tiket senilai Rp332,01 miliar di 2024 atau turun 7,37% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp358,42 miliar.Sedangkan pendapatan subsidi mencapai Rp765,20 miliar di 2024 atau naik 2,88% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp743,76 miliar.
(akr)
Lihat Juga :