Industri Refraktori Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi 8%

Sabtu, 01 November 2025 - 15:30 WIB
loading...
Industri Refraktori...
Business Matching antara ASRINDO dengan Industri Semen, Kaca dan Keramik yang digelar Direktorat Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (ISKPBGN) Kemenperin di Bandung. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Industri refraktori dalam negeri siap menjadi katalisator pertumbuhan industri nasional, sejalan dengan Program Presiden Prabowo Subianto yang tengah menggenjot pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia (ASRINDO), Riko Heryanto, saat berbicara di Acara Business Matching atau Pertemuan Bisnis antara Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia (ASRINDO) dengan Industri Semen, Kaca dan Keramik yang digelar Direktorat Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (ISKPBGN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Bandung.

Riko Heryanto mengatakan, kegiatan industri refraktori yang menggunakan panas sebagai proses produksi merupakan penggerak utama pertumbuhan industri nasional. "Program hilirisasi adalah salah satu program andalan pemerintah untuk menggenjot target pertumbuhan ekonomi 8% pada Tahun 2029," kata Riko dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/11).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 8% Masih Berat di Tahun 2025, Ekonom Ungkap Penyebabnya

Riko mengungkapkan, program hilirisasi mineral logam dan non logam menggunakan refraktori sebagai pendukung utama kegiatan produksi. Selain hilirisasi industri, kata Riko, kegiatan industri yang terkait dengan kegiatan infrastruktur dan turunannya seperti industri semen, kaca dan keramik juga memerlukan refraktori sebagai penunjang utama kegiatan produksinya. "Industri semen, kaca dan keramik perlu mendapat dukungan dari semua pihak agar sukses," kata Riko Heryanto.

Menurut Riko, industri refraktori merupakan industri penunjang utama dari kegiatan industri semen, kaca dan keramik. Industri tersebut sangat berkaitan erat dengan industri refraktori.

Riko menjelaskan, saat ini industri refraktori nasional sedang bergerak untuk memenuhi standar kualifikasi produk dan jasa.

"Di mana untuk produk, penyusunan dan penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sedang dilakukan berdasarkan standar kualitas global (ASTM Standar). Ditargetkan SNI Wajib pada industri refraktori akan diimplementasikan dalam waktu dekat," kata Riko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved