Industri Refraktori Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi 8%
Sabtu, 01 November 2025 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Riko mengatakan, dengan 4 kelebihan ini maka industri refraktori bisa menjadi katalisator pertumbuhan industri nasional dan menjadi pendorong bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Dengan utilisasi kapasitas produksi industri refraktori yang baru 30% secara nasional maka diharapkan informasi kesiapan industri refraktori dengan SNI Wajib dan Sertifikasi Profesi Pekerja Refraktori ini mampu meningkatkan utilitas produksi industri refraktori hingga 70% atau 80%,” jelas Riko.
Dia mengatakan, jika peningkatan utilitas kapasitas produksi itu terjadi maka ekspansi untuk meningkatkan produksi nasional di industri refraktori bisa dilakukan. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang tengah meningkatkan produksi nasional.
"Ekspansi industri refraktori akan memperbesar pengaruh keterlibatan industri refraktori pada semua bidang industri yang menggunakan panas sebagai proses produksinya," pungkas Riko.
Adapun acara business matching atau pertemuan bisnis antara Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia (ASRINDO) dengan Industri Semen, Kaca dan Keramik, dibuka oleh Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (ISKPBGN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Nadi Astuti.
Pertemuan bisnis ini dihadiri para pejabat di lingkungan Direktorat ISKPBGN Kemenperin dan pengusaha Industri Semen, Kaca dan Keramik; Ketua Assosiasi Produsen Gelas Indonesia (APGI); Ketua Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI); Sekjen Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengamanan Indonesia (AKLPI); dan juga perwakilan Asosiasi Semen Indonesia (ASI); serta hadir pula puluhan perusahaan anggota dari seluruh asosiasi industri di tanah air.
“Dengan utilisasi kapasitas produksi industri refraktori yang baru 30% secara nasional maka diharapkan informasi kesiapan industri refraktori dengan SNI Wajib dan Sertifikasi Profesi Pekerja Refraktori ini mampu meningkatkan utilitas produksi industri refraktori hingga 70% atau 80%,” jelas Riko.
Dia mengatakan, jika peningkatan utilitas kapasitas produksi itu terjadi maka ekspansi untuk meningkatkan produksi nasional di industri refraktori bisa dilakukan. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang tengah meningkatkan produksi nasional.
"Ekspansi industri refraktori akan memperbesar pengaruh keterlibatan industri refraktori pada semua bidang industri yang menggunakan panas sebagai proses produksinya," pungkas Riko.
Adapun acara business matching atau pertemuan bisnis antara Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia (ASRINDO) dengan Industri Semen, Kaca dan Keramik, dibuka oleh Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (ISKPBGN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Nadi Astuti.
Pertemuan bisnis ini dihadiri para pejabat di lingkungan Direktorat ISKPBGN Kemenperin dan pengusaha Industri Semen, Kaca dan Keramik; Ketua Assosiasi Produsen Gelas Indonesia (APGI); Ketua Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI); Sekjen Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengamanan Indonesia (AKLPI); dan juga perwakilan Asosiasi Semen Indonesia (ASI); serta hadir pula puluhan perusahaan anggota dari seluruh asosiasi industri di tanah air.
(nng)
Lihat Juga :