Rupiah Keok saat IHSG Perkasa, Mata Uang Garuda Hari Ini Sentuh Rp16.676 per USD
Senin, 03 November 2025 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Serangan itu terjadi tepat setelah Rusia menyerang wilayah Zaporizhzhia di Ukraina, yang mengganggu pasokan listrik untuk sebagian besar wilayah negara itu.
Selain itu, pertemuan yang diawasi ketat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan pekan lalu berakhir dengan kedua pemimpin berjanji untuk mengurangi hambatan perdagangan. Diskusi tersebut dilaporkan mencakup kerangka kerja untuk pengurangan tarif AS dan komitmen Tiongkok untuk meningkatkan impor barang-barang Amerika.
Dari sentimen domestik, ekspansi manufaktur Indonesia berlanjut dalam 3 bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur Indonesia mencapai level 51,2 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 50,4.
Laporan terbaru S&P Global melaporkan angka PMI menunjukkan kondisi manufaktur yang stabilnya dari segi produksi, peningkatan aktivitas pembelian, serta penyerapan tenaga kerja.
Lonjakan permintaan juga terjadi dan bersumber dari permintaan domestik, sedangkan permintaan ekspor justru menurun dua bulan beruntun akibat lemahnya pasar global. Dari sisi harga, produsen manufaktur di Indonesia melaporkan percepatan lebih lanjut pada laju inflasi harga input. Alhasil, biaya rata-rata meningkat pada laju tercepat dalam delapan bulan terakhir, seiring dengan kenaikan harga bahan baku.
Meskipun demikian, volume produksi sedikit tertinggal dan berada di level netral, karena sebagian produsen melaporkan telah menghabiskan persediaan barang jadi yang ada sebelumnya. Namun, tak dipungkiri bahwa tekanan harga masih tetap tinggi, dengan produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata paling tajam dalam delapan bulan terakhir, seiring laporan kenaikan harga bahan baku.
Selain itu, perusahaan juga cenderung berhati-hati untuk membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan, sehingga harga jual hanya meningkat tipis sebagai upaya mempertahankan daya saing harga.
Selain itu, pertemuan yang diawasi ketat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan pekan lalu berakhir dengan kedua pemimpin berjanji untuk mengurangi hambatan perdagangan. Diskusi tersebut dilaporkan mencakup kerangka kerja untuk pengurangan tarif AS dan komitmen Tiongkok untuk meningkatkan impor barang-barang Amerika.
Dari sentimen domestik, ekspansi manufaktur Indonesia berlanjut dalam 3 bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur Indonesia mencapai level 51,2 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 50,4.
Laporan terbaru S&P Global melaporkan angka PMI menunjukkan kondisi manufaktur yang stabilnya dari segi produksi, peningkatan aktivitas pembelian, serta penyerapan tenaga kerja.
Lonjakan permintaan juga terjadi dan bersumber dari permintaan domestik, sedangkan permintaan ekspor justru menurun dua bulan beruntun akibat lemahnya pasar global. Dari sisi harga, produsen manufaktur di Indonesia melaporkan percepatan lebih lanjut pada laju inflasi harga input. Alhasil, biaya rata-rata meningkat pada laju tercepat dalam delapan bulan terakhir, seiring dengan kenaikan harga bahan baku.
Meskipun demikian, volume produksi sedikit tertinggal dan berada di level netral, karena sebagian produsen melaporkan telah menghabiskan persediaan barang jadi yang ada sebelumnya. Namun, tak dipungkiri bahwa tekanan harga masih tetap tinggi, dengan produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata paling tajam dalam delapan bulan terakhir, seiring laporan kenaikan harga bahan baku.
Selain itu, perusahaan juga cenderung berhati-hati untuk membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan, sehingga harga jual hanya meningkat tipis sebagai upaya mempertahankan daya saing harga.
Lihat Juga :