Rupiah Keok saat IHSG Perkasa, Mata Uang Garuda Hari Ini Sentuh Rp16.676 per USD
Senin, 03 November 2025 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, beberapa produsen disebut meningkatkan kapasitas guna mengimbangi permintaan baru, sementara sebagian lainnya memanfaatkan stok yang ada untuk memenuhi pesanan, menyebabkan persediaan barang jadi sedikit menurun.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.670 - Rp16.730 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.629 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya
Transaksi perdagangan mencapai Rp15,7 triliun dari 22,7 miliar saham yang diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 1,50% ke 843,98, indeks JII naik 2,25% ke 574,42, indeks IDX30 naik 1,49% ke 443,47 dan indeks MNC36 naik 1,90% ke 346,73.
Kemudian indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau yaitu energi, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, kesehatan. Sedangkan yang melemah hanya sektor konsumer non siklikal, properti, teknologi.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.670 - Rp16.730 per dolar AS.
Rupiah Keok Lawan Dolar AS saat IHSG Perkasa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan hari ini ditutup ke zona hijau usai seharian menguat. Pada sesi terakhir bursa, IHSG mencetak kenaikan 111,20 poin atau 1,36% ke level 8.275,08. Pada penutupan IHSG, Senin (3/11/2025), terdapat 365 saham menguat, 313 saham melemah dan 277 saham stagnan.Baca Juga: Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.629 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya
Transaksi perdagangan mencapai Rp15,7 triliun dari 22,7 miliar saham yang diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 1,50% ke 843,98, indeks JII naik 2,25% ke 574,42, indeks IDX30 naik 1,49% ke 443,47 dan indeks MNC36 naik 1,90% ke 346,73.
Kemudian indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau yaitu energi, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, kesehatan. Sedangkan yang melemah hanya sektor konsumer non siklikal, properti, teknologi.
(akr)
Lihat Juga :