Data BPS: Angka Pengangguran Turun Jadi 7,46 Juta Orang, Pekerja Paruh Waktu Naik
Selasa, 18 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Data BPS menunjukkan pergeseran pola kerja di mana proporsi pekerja penuh (lebih dari 35 jam per minggu) mengalami penurunan. Persentase pekerja penuh per Agustus 2025 adalah 67,32% (98,65 juta orang), turun 0,75% poin.
Sebaliknya, pekerja paruh waktu (antara 1 sampai 30 jam seminggu) meningkat, dengan pekerja paruh waktu formal bertambah signifikan 1,66 juta orang menjadi 36,29 juta orang. Sementara itu tingkat setengah pengangguran (jam kerja di bawah 35 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan) mengalami penurunan menjadi 7,91 persen.
Peningkatan kualitas kerja terlihat dari naiknya proporsi pekerja formal menjadi sekitar 42,20 persen dari total penduduk bekerja. Peningkatan ini didorong oleh status buruh, karyawan, atau pegawai yang mengalami penambahan terbanyak, yaitu 0,65 juta orang.
Sejalan dengan itu, jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga mengalami penurunan terbesar, yakni sekitar 0,30 juta orang. Hampir seluruh lapangan usaha mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali kegiatan jasa lainnya, pertambangan dan penggalian, serta aktivitas keuangan, asuransi, dan real estate.
Tiga lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sedangkan 3 lapangan usaha dengan peningkatan tenaga kerja terbanyak dalam setahun terakhir adalah Pertanian (+0,49 juta orang), Akomodasi dan Makan/Minum (+0,42 juta orang), serta Industri Pengolahan (+0,30 juta orang).
Sebaliknya, pekerja paruh waktu (antara 1 sampai 30 jam seminggu) meningkat, dengan pekerja paruh waktu formal bertambah signifikan 1,66 juta orang menjadi 36,29 juta orang. Sementara itu tingkat setengah pengangguran (jam kerja di bawah 35 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan) mengalami penurunan menjadi 7,91 persen.
Peningkatan kualitas kerja terlihat dari naiknya proporsi pekerja formal menjadi sekitar 42,20 persen dari total penduduk bekerja. Peningkatan ini didorong oleh status buruh, karyawan, atau pegawai yang mengalami penambahan terbanyak, yaitu 0,65 juta orang.
Sejalan dengan itu, jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga mengalami penurunan terbesar, yakni sekitar 0,30 juta orang. Hampir seluruh lapangan usaha mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali kegiatan jasa lainnya, pertambangan dan penggalian, serta aktivitas keuangan, asuransi, dan real estate.
Tiga lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sedangkan 3 lapangan usaha dengan peningkatan tenaga kerja terbanyak dalam setahun terakhir adalah Pertanian (+0,49 juta orang), Akomodasi dan Makan/Minum (+0,42 juta orang), serta Industri Pengolahan (+0,30 juta orang).
Lihat Juga :