Naik 75%, OKX Catat Total Aset Pelanggan USD35,4 Miliar
Rabu, 05 November 2025 - 21:21 WIB
loading...
Bursa kripto global OKX mencatat pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bursa kripto global OKX mencatat pertumbuhan signifikan dengan total aset pelanggan mencapai USD35,4 miliar atau meningkat 75% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan yang menandai tiga tahun pelaksanaan Proof of Reserves (PoR), program transparansi yang diaudit secara independen oleh perusahaan keamanan siber Hacken.
Juru bicara OKX mengatakan, komitmen terhadap transparansi dan keamanan menjadi prioritas utama dalam menjaga kepercayaan pengguna. "Selama tiga tahun terakhir, kami telah membuktikan transparansi bukan hanya janji, tetapi dapat dibuktikan secara on-chain, diverifikasi publik, dan diaudit independen setiap bulan. Dengan cadangan 100% lebih di seluruh aset utama, kami memastikan setiap pengguna dapat melihat dan memverifikasi keamanannya sendiri," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11).
Baca Juga: Aset Pengguna Platform Kripto OKX Tembus USD28 Miliar
Dalam laporan PoR ke-36, OKX mencatatkan cadangan lebih dari 100% untuk 22 aset utama, di antaranya Bitcoin (105%), Ethereum (102%), USDT (106%), dan USDC (100%). OKX juga melaporkan peningkatan penggunaan teknologi Zero-Knowledge (ZK) verification hingga 386%, yang memungkinkan pengguna memverifikasi kepemilikan aset tanpa mengorbankan privasi data pribadi.
Inovasi terbaru perusahaan termasuk penerapan teknologi zk-STARKs untuk memperkuat verifikasi on-chain yang menjaga anonimitas pengguna. Dengan teknologi tersebut, ukuran file bukti PoR berhasil dipangkas dari 2,55 GB menjadi hanya 598 KB. Selain itu, OKX membuka repositori GitHub untuk publik, memungkinkan siapa pun mengaudit data PoR secara langsung.
OKX terus memperluas kerja samanya dengan Standard Chartered di kawasan European Economic Area (EEA). Kolaborasi ini memungkinkan klien institusional melakukan perdagangan aset digital di platform OKX dengan dana yang disimpan secara aman di bank global yang berstatus Systemically Important Bank (G-SIB). Langkah tersebut memperkuat integrasi antara keuangan tradisional dan aset digital, sekaligus menegaskan pengakuan regulator terhadap model transparansi OKX.
Baca Juga: OKX Catatkan Total Aset Pengguna Capai Rp463 Triliun
Dari sisi keamanan, OKX menerapkan sejumlah standar global seperti ISO/IEC 27001:2022 dan CSA STAR Level 1, serta mematuhi standar SOC Type 2. Perusahaan juga memiliki dana asuransi bernilai miliaran dolar dan menggunakan sistem pemantauan SkyNet berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi ancaman siber secara dini.
OKX menegaskan posisinya sebagai salah satu bursa kripto paling transparan di dunia. Melalui audit rutin dan pengawasan berbasis teknologi, perusahaan berupaya menjaga stabilitas dan kepercayaan di tengah dinamika industri aset digital yang terus berkembang pesat.
Juru bicara OKX mengatakan, komitmen terhadap transparansi dan keamanan menjadi prioritas utama dalam menjaga kepercayaan pengguna. "Selama tiga tahun terakhir, kami telah membuktikan transparansi bukan hanya janji, tetapi dapat dibuktikan secara on-chain, diverifikasi publik, dan diaudit independen setiap bulan. Dengan cadangan 100% lebih di seluruh aset utama, kami memastikan setiap pengguna dapat melihat dan memverifikasi keamanannya sendiri," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11).
Baca Juga: Aset Pengguna Platform Kripto OKX Tembus USD28 Miliar
Dalam laporan PoR ke-36, OKX mencatatkan cadangan lebih dari 100% untuk 22 aset utama, di antaranya Bitcoin (105%), Ethereum (102%), USDT (106%), dan USDC (100%). OKX juga melaporkan peningkatan penggunaan teknologi Zero-Knowledge (ZK) verification hingga 386%, yang memungkinkan pengguna memverifikasi kepemilikan aset tanpa mengorbankan privasi data pribadi.
Inovasi terbaru perusahaan termasuk penerapan teknologi zk-STARKs untuk memperkuat verifikasi on-chain yang menjaga anonimitas pengguna. Dengan teknologi tersebut, ukuran file bukti PoR berhasil dipangkas dari 2,55 GB menjadi hanya 598 KB. Selain itu, OKX membuka repositori GitHub untuk publik, memungkinkan siapa pun mengaudit data PoR secara langsung.
OKX terus memperluas kerja samanya dengan Standard Chartered di kawasan European Economic Area (EEA). Kolaborasi ini memungkinkan klien institusional melakukan perdagangan aset digital di platform OKX dengan dana yang disimpan secara aman di bank global yang berstatus Systemically Important Bank (G-SIB). Langkah tersebut memperkuat integrasi antara keuangan tradisional dan aset digital, sekaligus menegaskan pengakuan regulator terhadap model transparansi OKX.
Baca Juga: OKX Catatkan Total Aset Pengguna Capai Rp463 Triliun
Dari sisi keamanan, OKX menerapkan sejumlah standar global seperti ISO/IEC 27001:2022 dan CSA STAR Level 1, serta mematuhi standar SOC Type 2. Perusahaan juga memiliki dana asuransi bernilai miliaran dolar dan menggunakan sistem pemantauan SkyNet berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi ancaman siber secara dini.
OKX menegaskan posisinya sebagai salah satu bursa kripto paling transparan di dunia. Melalui audit rutin dan pengawasan berbasis teknologi, perusahaan berupaya menjaga stabilitas dan kepercayaan di tengah dinamika industri aset digital yang terus berkembang pesat.
(nng)
Lihat Juga :