China Masih Penguasa Mineral Langka Tanah Jarang, Barat Tertinggal Satu Dekade

Rabu, 12 November 2025 - 08:44 WIB
loading...
China Masih Penguasa...
Goldman Sachs mengatakan, dibutuhkan waktu hingga sepuluh tahun bagi Barat untuk menantang dominasi China dalam logam tanah jarang atau rare earth. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Goldman Sachs mengatakan, dibutuhkan waktu hingga sepuluh tahun bagi Barat untuk menantang dominasi China dalam logam tanah jarang atau rare earth . Mineral ini menjadi primadona, lantaran peran pentingnya oada mayoritas besar teknologi modern.

Bahkan rare earth menjadi rebutan hingga memicu konflik perdagangan antara Washington, UE (Uni Eropa), dan Beijing. Menurut data dari Badan Energi Internasional dan analis industri, China diketahui menyumbang lebih dari 90% dari pemurnian logam tanah jarang global dan 98% dari seluruh produksi magnet.

Sementara China menambang sekitar dua pertiga bijih tanah jarang dunia, negara ini juga mendominasi tahap pengolahan dan manufaktur yang mengubah bahan-bahan tersebut menjadi komponen yang dapat digunakan.

Baca Juga: Jadi Rebutan Dunia, Pemerintah Dorong Pengembangan Logam Tanah Jarang

“Butuh bertahun-tahun untuk membangun rantai pasokan independen di Barat,” kata Daan Struyven, co-head riset komoditas global Goldman, dalam sebuah podcast.

Dia memperkirakan, butuh waktu sekitar satu dekade untuk membangun sebuah tambang dan sekitar lima tahun untuk membangun sebuah kilang. Baca Juga: 5 Negara Pemilik Mineral Paling Krusial di Dunia, Kunci Masa Depan Energi dan Teknologi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Rekomendasi
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Xi Jinping Desak Militer...
Xi Jinping Desak Militer China Bersiap untuk Perang dengan Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved