China Masih Penguasa Mineral Langka Tanah Jarang, Barat Tertinggal Satu Dekade
Rabu, 12 November 2025 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping, AS menyatakan siap mengurangi separuh tarif sebesar 20% untuk barang-barang China yang terkait dengan pasokan bahan kimia prekursor opioid fentanil.
Selain itu ada juga pengurangan bea masuk menjadi 10%. Sejak Februari, administrasi Trump menggetok tarif impor untuk barang China sebesar 57%, penurunan yang disepakati membuat tarif menjadi hanya 47%.
Tanah jarang memiliki peran vital dalam industri mobil, pesawat, dan senjata. Komoditas yang sama juga telah menjadi sumber daya tawar bagi China yang paling kuat dalam perang dagangnya dengan AS.
Gedung Putih mengatakan China juga akan mengeluarkan lisensi umum untuk ekspor tanah jarang, galium, germanium, antimon, dan grafit untuk kepentingan pengguna akhir AS dan pemasok mereka.
Selain itu ada juga pengurangan bea masuk menjadi 10%. Sejak Februari, administrasi Trump menggetok tarif impor untuk barang China sebesar 57%, penurunan yang disepakati membuat tarif menjadi hanya 47%.
China Longgarkan Ekspor Tanah Jarang
Dalam pertemuan itu, Xi Jinping menyetujui negaranya untuk melakukan penangguhan selama satu tahun atas pembatasan ekspor untuk mineral dan magnet tanah jarang. Artinya, AS bisa mendapatkan komoditas tersebut tanpa dibatasi.Tanah jarang memiliki peran vital dalam industri mobil, pesawat, dan senjata. Komoditas yang sama juga telah menjadi sumber daya tawar bagi China yang paling kuat dalam perang dagangnya dengan AS.
Gedung Putih mengatakan China juga akan mengeluarkan lisensi umum untuk ekspor tanah jarang, galium, germanium, antimon, dan grafit untuk kepentingan pengguna akhir AS dan pemasok mereka.
(akr)
Lihat Juga :