PSBB Jilid II Tak Begitu Menakutkan, Indeks Perkasa Lagi dan Diprediksi Tembus 6.000

Senin, 14 September 2020 - 19:55 WIB
loading...
PSBB Jilid II Tak Begitu...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (14/9). Indeks ditutup di level 5.161, naik 145,11 poin atau 2,89%. Pasar ternyata merespons positif kebijakan pengetatan PSBB di DKI Jakarta .

Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin mengatakan, pasar memiliki karakter yang selalu menanggapi berita negatif dengan reaksi yang berlebihan atau overreaction. Menurutnya perilaku itu bisa disebabkan karena praktik 'leverage' atau para investor yang bertransaksi dengan margin yang tinggi. Jadi, mereka harus segera cutloss ketika pasar mendapatkan berita buruk.

"Aksi jual sejak kickoff awal ini yang kemudian menyebar, lalu diikuti oleh pelaku pasar yang lain. Secara ekonomi ini dijelaskan oleh Keynes sebagai kondisi emosi, 'animal spirits', yang dipicu oleh ketakutan atau fear," ujar Ferry di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Karena itu dia menyarankan agar pelaku pasar melakukan buy justru di saat pasar jebol. Menurutnya di saat pasar dicekam rasa takut, saat itulah yang tepat untuk masuk. Ini sesuai dengan prinsip selalu ada peluang dalam tantangan atau 'tragedy is a blessing in disguise'.

Dirinya mencontohkan di Wall Street justru banyak pengelola investasi atau hedge fund yang masuk ke pasar dengan leverage yang sangat tinggi. Karena itu Wall Street selalu berada dalam ketidakseimbangan atau disequilibrium. "Selalu overshooting, baik ke atas maupun ke bawah," ujarnya. ( Baca juga:Menteri Bambang Ungkap Jurus agar Bonus Demografi Tak Jadi Beban )

Dirinya optimistis IHSG masih berpeluang ke level 6.000 di akhir tahun ini. Karena mempertimbangkan daily return memiliki distribusi probabilitas yang disebut Chi-Square dengan degree of freedom di atas 10. Artinya the mass of the distribution berada di sebelah kanan mediannya. "Jadi saran saya kepada pelaku pasar buy dan hold," ujarnya.

Sementara Chief Economist BNI Sekuritas Damhuri Nasution menilai PSBB Jilid II yang semula diperkirakan persis sama dengan PSBB jilid I, ternyata tidak demikian. Dalam hal ini PSBB jilid II cenderung lebih longgar, karena usaha-usaha yang non-esensial termasuk pusat perbelanjaan boleh tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
IHSG Tertekan, Wakil...
IHSG Tertekan, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Bersama Rosan Roeslani Sidak ke BEI!
Rekomendasi
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved