Mengenal Apa Itu Redenominasi Rupiah, Kelebihan dan Kekurangannya
Rabu, 12 November 2025 - 18:50 WIB
loading...
A
A
A
Contoh redenominasi adalah uang Rp10.000, setelah dilakukan redenominasi, maka tiga angka di belakang akan hilang, penulisannya berubah Rp10 saja dan nilai uang masih sama dengan sepuluh ribu rupiah. Jika kita biasanya membeli roti seharga Rp10.000, setelah redenominasi rupiah, maka harga roti tersebut berubah Rp10.
Meningkatkan Kredibilitas Mata Uang: Secara psikologis, nominal yang lebih kecil dapat meningkatkan martabat dan citra Rupiah di mata internasional, menyetarakan digit Rupiah dengan mata uang negara lain.
Tujuan lainnya dari redenominasi rupiah yakni agar perekonomian Indonesia bisa setara dengan negara-negara lain terutama di tingkat regional. Mata uang rupiah terasa lebih bernilai seperti mata uang negara lain.
Misalnya, sebelum redenominasi USD1 saat ini adalah Rp16.300, setelah redenominasi maka USD1 menjadi Rp16,3. Di mata internasional, hal ini jelas lebih ringkas, mudah dipahami dan mencerminkan kesetaraan kredibilitas dengan negara maju lainnya di kawasan.
Efisiensi Sistem: Memudahkan sistem administrasi dan teknologi informasi (IT) dalam pengolahan data keuangan dan transaksi, serta menghemat kapasitas penyimpanan data.
Melalui redenominasi, proses penghitungan menjadi lebih mudah, sebab tiga angka nol yang menyertai di belakang satuan uang tidak digunakan. Dalam hitungan perbankan, penyederhanaan digit mata uang yang dilakukan dengan mengurangi tiga angka nol pada rupiah akan menghemat biaya teknologi yang digunakan.
Selain itu, bentuk penyederhanaan digit juga mempermudah untuk membaca laporan keuangan dalam praktik akuntansi.
Kelebihan dan Kekurangan Redenominasi di Indonesia
Kebijakan redenominasi di Indonesia, seperti negara lain, memiliki potensi dampak positif dan negatif, terutama dari sisi psikologis, teknis, dan ekonomi.- Kelebihan Redenominasi Rupiah
Penyederhanaan Transaksi dan Perhitungan: Nominal uang menjadi lebih kecil dan ringkas, memudahkan perhitungan, pencatatan akuntansi, serta transaksi sehari-hari, terutama untuk nominal besar (miliar/triliun).Meningkatkan Kredibilitas Mata Uang: Secara psikologis, nominal yang lebih kecil dapat meningkatkan martabat dan citra Rupiah di mata internasional, menyetarakan digit Rupiah dengan mata uang negara lain.
Tujuan lainnya dari redenominasi rupiah yakni agar perekonomian Indonesia bisa setara dengan negara-negara lain terutama di tingkat regional. Mata uang rupiah terasa lebih bernilai seperti mata uang negara lain.
Misalnya, sebelum redenominasi USD1 saat ini adalah Rp16.300, setelah redenominasi maka USD1 menjadi Rp16,3. Di mata internasional, hal ini jelas lebih ringkas, mudah dipahami dan mencerminkan kesetaraan kredibilitas dengan negara maju lainnya di kawasan.
Efisiensi Sistem: Memudahkan sistem administrasi dan teknologi informasi (IT) dalam pengolahan data keuangan dan transaksi, serta menghemat kapasitas penyimpanan data.
Melalui redenominasi, proses penghitungan menjadi lebih mudah, sebab tiga angka nol yang menyertai di belakang satuan uang tidak digunakan. Dalam hitungan perbankan, penyederhanaan digit mata uang yang dilakukan dengan mengurangi tiga angka nol pada rupiah akan menghemat biaya teknologi yang digunakan.
Selain itu, bentuk penyederhanaan digit juga mempermudah untuk membaca laporan keuangan dalam praktik akuntansi.
Lihat Juga :