Mengenal Apa Itu Redenominasi Rupiah, Kelebihan dan Kekurangannya

Rabu, 12 November 2025 - 18:50 WIB
loading...
A A A
Dampak Psikologis Pasar: Dapat memberikan persepsi positif bagi investor karena angka nominal yang lebih sederhana.

- Kekurangan Redenominasi Rupiah

Risiko Pemicu Inflasi (Pembulatan Harga): Pedagang atau produsen mungkin memanfaatkan momen redenominasi untuk melakukan pembulatan harga barang dan jasa ke atas. Contoh: dari Rp1.950 menjadi Rp2,00 (setelah redenominasi 1.000:1) padahal seharusnya Rp1,95, yang dapat memicu kenaikan harga umum atau inflasi.

Biaya Pelaksanaan Tinggi: Memerlukan biaya besar untuk mencetak uang baru, melakukan sosialisasi secara masif ke seluruh pelosok negeri, dan mengubah/menyesuaikan sistem IT di seluruh institusi keuangan dan perusahaan.

Kekhawatiran dan Keresahan Masyarakat: Masyarakat awam, terutama di daerah yang kurang teredukasi, bisa salah menginterpretasikan kebijakan sebagai sanering (pemotongan daya beli), yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan terhadap mata uang nasional atau kepanikan.

Baca Juga: Soal Redenominasi Rupiah, Purbaya: Itu Urusan BI, Jangan Gue yang Digebukin Terus!

Waktu Transisi yang Lama: Proses transisi dan sosialisasi dari nominal lama ke nominal baru memerlukan waktu yang cukup panjang agar masyarakat terbiasa dan semua infrastruktur siap.

Keberhasilan redenominasi sangat bergantung pada stabilitas ekonomi makro, stabilitas moneter, serta sosialisasi yang matang dan menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Aspri John Field Ungkap...
Aspri John Field Ungkap Dibekali Kartu Kredit untuk Entertain Pejabat Bea Cukai
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved