Serapan Anggaran Program Padat Karya Tunai Ditjen KA Lebih dari 50%

Senin, 14 September 2020 - 20:27 WIB
loading...
Serapan Anggaran Program...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyerap anggaran sebesar Rp1,8 miliar pada alokasi program padat karya tunai .

Untuk Program padat Karya yang ada di Wilayah Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Barat melibatkan masyarakat di 21 desa yang tersebar dari wilayah Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar. ( Baca juga:PSBB Jilid II Tak Begitu Menakutkan, Indeks Perkasa Lagi dan Diprediksi Tembus 6.000 )

“Program kali ini tercatat pekerja dari Kota Tasikmalaya 57 orang, dari Kabupaten Ciamis 59 orang, dan dari Kota Banjar 21 orang. Masyarakat ketiga wilayah itu direkrut untuk mengerjakan kegiatan yang masuk dalam kriteria padat karya untuk mendapatkan penghasilan," ungkap Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa dan Bagian Barat Erni Basri, saat mendampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Hj Nurhayati saat kunjungan peninjauan lokasi normalisasi jalur rel di Kota Banjar, di Stasiun Banjar (13/09/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa anggaran untuk padat karya dialokasikan sebesar Rp2,4 miliar. Hingga saat ini sudah terserap atau direalisasikan sebesar Rp1,8 miliar. ( Baca juga:Rusia Kecam Keputusan AS Bentuk Aliansi Melawan Negara Ketiga )

Sementara itu Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo mengatakan, pekerjaan padat karya ini merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat di sekitar lokasi proyek agar bisa berkontribusi dalam pembangunan perkerataapian.

"Sebetulnya program dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub ini kurang lebih ada Rp50 miliar yang dialokasikan pada tahun ini. Sekarang kurang lebih Rp28 miliar yang sudah direalisasikan. Sudah lebih dari 50%. Kemudian konsep padat karya yang ada di Kemenhub ini konsepnya agak berbeda. Jadi padat karya ini melekat di pekerjaan-pekerjaan konstruksi seperti perbaikan rel kereta api di jalur ini," tegas Heru.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Jogja Tujuan Favorit...
Jogja Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api dari Jakarta saat Liburan
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Rekomendasi
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Infografis
Lebih Sehat dari Makanan...
Lebih Sehat dari Makanan Lain, Berikut Clean Eating dan Real Food
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved