Pemprov Jatim Dorong Percepatan Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa
Kamis, 20 November 2025 - 21:08 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyelenggarakan E-Purchasing Awards 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendorong percepatan transformasi digital pengadaan barang dan jasa melalui penyelenggaraan E-Purchasing Awards 2025. Agenda tahunan ini merupakan bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah, perangkat daerah, dan pelaku usaha yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam memanfaatkan sistem pengadaan elektronik.
"E-Purchasing Awards merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jatim atas upaya para Kepala Daerah dan pimpinan OPD dalam memaksimalkan platform pengadaan elektronik, khususnya Katalog versi 6 yang telah terintegrasi dengan berbagai lokapasar," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga: Purbaya Surati Kepala Daerah, Desak Belanja APBD 2025 Dipercepat
Ia menambahkan, program Jatim Bejo (Jawa Timur Belanja Online) yang bersinergi dengan lokapasar telah memudahkan banyak UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah. Inisiatif Jatim Bejo sendiri dirancang untuk memaksimalkan penggunaan lokapasar atau marketplace dalam pengadaan barang/jasa secara daring.
Program ini bertujuan menciptakan tata kelola pengadaan yang lebih transparan, efisien, dan kompetitif. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI. Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP RI, Patria Susantosa, menilai inisiatif Jatim Bejo sebagai langkah strategis.
"Kolaborasi ini memastikan marketplace mitra Katalog dapat memenuhi kebutuhan spesifik daerah dengan standar pengadaan yang berlaku, sekaligus menghadirkan inovasi digital," jelas Patria.
Ia menambahkan, pendekatan ini menyederhanakan proses pengadaan yang kompleks menjadi transaksi yang lebih mudah dan cepat. "Pada akhirnya, kemudahan ini meningkatkan kompetisi dan menjadikan pengadaan sebagai instrumen yang efektif untuk layanan publik yang lebih optimal," tandasnya.
Komitmen Pemprov Jatim di tingkat operasional diutarakan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Jatim, Arif Endro Utomo. Fokus utama saat ini adalah memperluas sosialisasi e-Katalog hingga pemanfaatan Katalog Versi 6 terbaru kepada seluruh pelaku usaha dan OPD. “Target kami adalah semaksimal mungkin mencapai 100% pengadaan dilakukan secara elektronik,” tegas Arif.
Tak berhenti di situ, langkah ini juga merupakan upaya memberdayakan UMKM. "Ketika UMKM terlibat secara optimal, aktivitas ekonomi mereka tumbuh, dan hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan daerah," paparnya.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Konsisten Dukung Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa
Sebagai salah satu lokapasar mitra, Mbizmarket mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim. CEO & Co-Founder Mbizmarket, Ryn MR Hermawan, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung inovasi, termasuk pemanfaatan metode pembayaran Virtual Account (VA) berbasis standar BI SNAP yang pertama di Indonesia bersama BPD Jatim.
Pada pelaksanaan E-Purchasing Awards tahun ini, sebanyak 32 penghargaan berhasil diraih dari 11 kategori, baik untuk kategori Jatim Bejo maupun Katalog Elektronik. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja terbaik dalam pemanfaatan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik.
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Gedung Setda Provinsi Jatim, Kamis (19/11), dihadiri berbagai unsur, termasuk perwakilan pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta perwakilan lokapasar mitra.
"E-Purchasing Awards merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jatim atas upaya para Kepala Daerah dan pimpinan OPD dalam memaksimalkan platform pengadaan elektronik, khususnya Katalog versi 6 yang telah terintegrasi dengan berbagai lokapasar," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga: Purbaya Surati Kepala Daerah, Desak Belanja APBD 2025 Dipercepat
Ia menambahkan, program Jatim Bejo (Jawa Timur Belanja Online) yang bersinergi dengan lokapasar telah memudahkan banyak UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah. Inisiatif Jatim Bejo sendiri dirancang untuk memaksimalkan penggunaan lokapasar atau marketplace dalam pengadaan barang/jasa secara daring.
Program ini bertujuan menciptakan tata kelola pengadaan yang lebih transparan, efisien, dan kompetitif. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI. Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP RI, Patria Susantosa, menilai inisiatif Jatim Bejo sebagai langkah strategis.
"Kolaborasi ini memastikan marketplace mitra Katalog dapat memenuhi kebutuhan spesifik daerah dengan standar pengadaan yang berlaku, sekaligus menghadirkan inovasi digital," jelas Patria.
Ia menambahkan, pendekatan ini menyederhanakan proses pengadaan yang kompleks menjadi transaksi yang lebih mudah dan cepat. "Pada akhirnya, kemudahan ini meningkatkan kompetisi dan menjadikan pengadaan sebagai instrumen yang efektif untuk layanan publik yang lebih optimal," tandasnya.
Komitmen Pemprov Jatim di tingkat operasional diutarakan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Jatim, Arif Endro Utomo. Fokus utama saat ini adalah memperluas sosialisasi e-Katalog hingga pemanfaatan Katalog Versi 6 terbaru kepada seluruh pelaku usaha dan OPD. “Target kami adalah semaksimal mungkin mencapai 100% pengadaan dilakukan secara elektronik,” tegas Arif.
Tak berhenti di situ, langkah ini juga merupakan upaya memberdayakan UMKM. "Ketika UMKM terlibat secara optimal, aktivitas ekonomi mereka tumbuh, dan hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan daerah," paparnya.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Konsisten Dukung Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa
Sebagai salah satu lokapasar mitra, Mbizmarket mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim. CEO & Co-Founder Mbizmarket, Ryn MR Hermawan, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung inovasi, termasuk pemanfaatan metode pembayaran Virtual Account (VA) berbasis standar BI SNAP yang pertama di Indonesia bersama BPD Jatim.
Pada pelaksanaan E-Purchasing Awards tahun ini, sebanyak 32 penghargaan berhasil diraih dari 11 kategori, baik untuk kategori Jatim Bejo maupun Katalog Elektronik. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja terbaik dalam pemanfaatan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik.
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Gedung Setda Provinsi Jatim, Kamis (19/11), dihadiri berbagai unsur, termasuk perwakilan pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta perwakilan lokapasar mitra.
(nng)
Lihat Juga :