Dari 100, Pertamina Seleksi 30 UMKM untuk Top 10 Pertapreneur Aggregator 2025
Sabtu, 22 November 2025 - 19:26 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) menyeleksi 100 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mengikuti program Pertapreneur Aggregator 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyeleksi 100 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mengikuti program Pertapreneur Aggregator 2025 menjadi 30 UMKM terbaik untuk melanjutkan ke tahap Bootcamp dan Mentoring. Ke-30 UMKM tersebut telah menyelesaikan proses Deep Dive Interview pada 19 November 2025 secara online.
Deep Dive Interview bertujuan menggali lebih dalam kekuatan bisnis, performa penjualan, strategi pengembangan usaha, serta kesiapan UMKM dalam kolaborasi agregatif. Proses penilaian dilakukan berdasarkan tujuh aspek utama, yaitu: kesiapan kolaborasi, kepemimpinan, omzet & keuangan, strategi pengembangan usaha, produk unggulan, target pasar, serta model bisnis.
“Melalui program ini, kami memastikan UMKM yang terpilih memiliki fondasi bisnis yang kuat dan potensi untuk berkembang lebih besar,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron dalam keterangan pers, Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga: 45 UMKM Unggulan Pertamina Incar Pasar Global lewat TEI 2025
Selanjutnya, 30 semifinalis tersebut akan mengikuti bootcamp dan mentoring intensif selama satu minggu sebagai persiapan menuju sesi final pitching. Pada tahap akhir tersebut, akan dipilih 10 UMKM terbaik sebagai pemenang Pertapreneur Aggregator 2025.
Baron menjelaskan, program Pertapreneur Aggregator 2025 sejalan dengan Asta Cita poin ke-3 Pemerintahan Prabowo–Gibran, di mana program ini berkontribusi pada upaya memperkuat sektor UMKM, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Kami berharap UMKM memiliki akses kolaborasi yang lebih luas dalam rantai pasok nasional maupun global,” tuturnya.
Pertapreneur Aggregator merupakan tahap pembinaan lanjutan bagi UMKM yang telah aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha lain. Dalam program ini, setiap agregator akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman untuk pengelolaan usaha agar lebih profesional dan berdampak lebih luas bagi UMKM dan lingkungan.
"Pertamina terus memperkuat peran strategis dalam pengembangan UMKM, karena UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi. UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa secara global," jelas Baron.
Baca Juga: 32 UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Awal Rp1,2 Miliar di Inacraft 2025
Pertamina, tegas dia, berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi kualitas, serta perluasan akses distribusi agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.
Deep Dive Interview bertujuan menggali lebih dalam kekuatan bisnis, performa penjualan, strategi pengembangan usaha, serta kesiapan UMKM dalam kolaborasi agregatif. Proses penilaian dilakukan berdasarkan tujuh aspek utama, yaitu: kesiapan kolaborasi, kepemimpinan, omzet & keuangan, strategi pengembangan usaha, produk unggulan, target pasar, serta model bisnis.
“Melalui program ini, kami memastikan UMKM yang terpilih memiliki fondasi bisnis yang kuat dan potensi untuk berkembang lebih besar,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron dalam keterangan pers, Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga: 45 UMKM Unggulan Pertamina Incar Pasar Global lewat TEI 2025
Selanjutnya, 30 semifinalis tersebut akan mengikuti bootcamp dan mentoring intensif selama satu minggu sebagai persiapan menuju sesi final pitching. Pada tahap akhir tersebut, akan dipilih 10 UMKM terbaik sebagai pemenang Pertapreneur Aggregator 2025.
Baron menjelaskan, program Pertapreneur Aggregator 2025 sejalan dengan Asta Cita poin ke-3 Pemerintahan Prabowo–Gibran, di mana program ini berkontribusi pada upaya memperkuat sektor UMKM, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Kami berharap UMKM memiliki akses kolaborasi yang lebih luas dalam rantai pasok nasional maupun global,” tuturnya.
Pertapreneur Aggregator merupakan tahap pembinaan lanjutan bagi UMKM yang telah aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha lain. Dalam program ini, setiap agregator akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman untuk pengelolaan usaha agar lebih profesional dan berdampak lebih luas bagi UMKM dan lingkungan.
"Pertamina terus memperkuat peran strategis dalam pengembangan UMKM, karena UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi. UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa secara global," jelas Baron.
Baca Juga: 32 UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Awal Rp1,2 Miliar di Inacraft 2025
Pertamina, tegas dia, berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi kualitas, serta perluasan akses distribusi agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.
(nng)
Lihat Juga :