Kontribusi Keberlanjutan, Lippo Karawaci Raih Top SDGs Award 2025
Kamis, 27 November 2025 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Hingga Kuartal III 2025, segmen real estat mencatat pra penjualan sebesar Rp4,02 triliun, atau 64% dari target tahun penuh. Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70% dari total pra penjualan.
Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun didukung serah terima unit yang tepat waktu. Sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal. Baca juga: Keberlanjutan Lingkungan, Lippo Karawaci Perkuat Komitmen Efisiensi Penggunaan Air
Bisnis gaya hidup (lifestyle) LPKR juga menunjukkan pemulihan yang stabil. Sepanjang periode berjalan, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp994 miliar, dengan laba kotor naik 8% menjadi Rp758 miliar, serta EBITDA meningkat 21% menjadi Rp335 miliar.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi tenant mal, optimalisasi biaya operasional, dan pemulihan bisnis perhotelan. Rata-rata tarif kamar hotel naik 2% menjadi Rp635.000, sementara kunjungan mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus meningkat terhadap destinasi ritel LPKR.
Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun didukung serah terima unit yang tepat waktu. Sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal. Baca juga: Keberlanjutan Lingkungan, Lippo Karawaci Perkuat Komitmen Efisiensi Penggunaan Air
Bisnis gaya hidup (lifestyle) LPKR juga menunjukkan pemulihan yang stabil. Sepanjang periode berjalan, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp994 miliar, dengan laba kotor naik 8% menjadi Rp758 miliar, serta EBITDA meningkat 21% menjadi Rp335 miliar.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi tenant mal, optimalisasi biaya operasional, dan pemulihan bisnis perhotelan. Rata-rata tarif kamar hotel naik 2% menjadi Rp635.000, sementara kunjungan mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus meningkat terhadap destinasi ritel LPKR.
(poe)
Lihat Juga :