Dialog Penguatan Water-Energy-Food Nexus Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Kamis, 27 November 2025 - 19:29 WIB
loading...
Dialog Penguatan Water-Energy-Food...
Forum Dialog bertema WEF Nexus untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan mempertemukan para pembuat kebijakan nasional, akademisi, sektor swasta, organisasi internasional, serta pemangku kepentingan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan Forum Dialog bertema “Penguatan Water–Energy–Food (WEF) Nexus untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan ". Forum ini mempertemukan para pembuat kebijakan nasional, akademisi, sektor swasta, organisasi internasional, serta pemangku kepentingan kunci dari dalam dan luar negeri untuk merumuskan strategi penguatan keterkaitan air–energi–pangan sebagai fondasi ketahanan pangan Indonesia.

Hal itu sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2025-2029. Dialog ini digelar pada momentum penting ketika Indonesia dihadapkan pada tantangan peningkatan kebutuhan pangan bergizi, akses energi yang terjangkau, serta ketersediaan air bersih yang semakin tertekan oleh urbanisasi, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan.

Oleh karena itu, pendekatan WEF Nexus diperlukan sebagai strategi menyeluruh yang menyatukan kebijakan, implementasi pembangunan, serta kolaborasi lintas sektor. Dalam sambutannya, Pendiri PYC sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2000–2009, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro menegaskan, bahwa ketahanan pangan hanya dapat dicapai jika Indonesia mampu mengelola energi dan air secara efisien, terukur, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Siapkan Ketahanan Pangan

“Pangan, air, dan energi adalah tiga pilar yang saling bergantung. Tanpa air yang dikelola dengan baik, tidak ada produksi pangan. Tanpa energi yang efisien, kita tidak dapat mendistribusikan pangan secara merata. Pendekatan WEF Nexus harus menjadi fondasi kebijakan nasional jika kita ingin mewujudkan ketahanan pangan yang berdaulat dan berkelanjutan," ungkap Purnomo Yusgiantoro.

Pidato pembuka disampaikan oleh Retno L.P. Marsudi (Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air) dan sesi panel yang menjadi ajang berbagi perspektif dari tokoh nasional dan internasional, diisi oleh: Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng. (Chairman of International Digital Sustainability Consultant), Dadang Jainal Mutaqin, S.Hut, M.EMD, Ph.D (Senior Planner, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI/BAPPENAS), dan Prof. Bayu Krisnamurthi (IPB University).

Dan turut mengundang Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. yang diwakilkan oleh Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc (Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan).



Panel membahas berbagai aspek strategis mulai dari diplomasi air global, pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal, penguatan kerja sama lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, dampak geoekonomi terhadap sumber daya strategis, hingga reformasi rantai pasok pangan dan transformasi agribisnis untuk meningkatkan daya saing dan keadilan bagi petani.

Baca Juga: Kolaborasi Wujudkan Sistem Pangan Berkelanjutan, Kelola Limbah Organik dengan Biokonversi

Menutup dialog, Ketua Umum PYC, Dr. Filda C. Yusgiantoro menegaskan, bahwa WEF Nexus harus diterapkan sebagai strategi kebijakan yang mengedepankan kolaborasi, bukan sebagai wacana teknokratis semata.

“WEF Nexus bukan sekadar konsep, tetapi strategi untuk memastikan rakyat Indonesia mendapatkan pangan bergizi, energi terjangkau, dan akses air yang adil. Sinergi lintas sektor perlu diperkuat agar kebijakan tidak hanya berhenti pada komitmen, tetapi benar-benar terimplementasi dalam program pembangunan nasional dan daerah," ungkap Filda.

Ia juga menambahkan bahwa forum ini juga menjadi pijakan menuju penyelenggaraan International Food Security Conference (IFSC) 2026, yang akan memperkuat peran Indonesia sebagai poros dialog regional dan global dalam memperjuangkan sistem pangan yang berkelanjutan, adil, dan tangguh terhadap perubahan iklim serta risiko geopolitik.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Kolaborasi LIXIL Membuka...
Kolaborasi LIXIL Membuka Perspektif Baru Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Rekomendasi
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Infografis
Tidak Semua Negara Arab...
Tidak Semua Negara Arab Mendukung Houthi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved