Teken MoU, Kemenekraf Janjikan Banyak Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Kadin di 2026
Minggu, 30 November 2025 - 22:17 WIB
loading...
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dalam rangka membangun ekonomi kreatif di Tanah Air. Foto/Aldhi Chandra (IMG)
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan apresiasi kepada Kamar Dagang Indonesia ( Kadin ) yang menaruh perhatian serius terhadap berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Tanah Air. Kadin menyadari bahwa industri kreatif memiliki potensi luar biasa dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertama, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan bangga karena Kadin juga mempunyai niatan serius untuk membangun industri kreatif di Indonesia," kata Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya di Park Hyatt Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).
Keseriusan itu, kata dia, ditunjukkan dengan adanya penandatangan nota kesepahaman atau MoU bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Penandatangan ini dilakukan dalam rangka membangun ekonomi kreatif di Tanah Air.
Menurut Riefky, akan banyak yang bisa dikolaborasikan dengan kementeriannya terkait pengembangan sektor ekonomi kreatif ini. Baca Juga: Anindya Bakrie Ungkap Pesan Istana Jelang Rapimnas Kadin 2025
"Akan banyak kolaborasi antara ekonomi kreatif dan Kadin untuk di tahun 2026 ini. Jadi kesepahaman ini mencakup pengembangan peluang industri kreatif, penguatan jejaring dunia usaha serta dorongan hilirisasi nilai tambah dan kolaborasi konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan pertumbuhan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Riefky juga menyampaikan terkait arah besar yang sedang dibangun Kemenekraf melalui ekosistem kreatif 5.0. Dimana ini merupakan sebuah pendekatan yang menempatkan keselarasan 3 unsur.
"People sebagai fondasi talenta kreatif Indonesia, IP atau kekayaan intelektual sebagai sumber daya ekonomi masa depan, dan impact atau dampak sebagai nilai tambah ekonomi, sosial, dan teknologi yang ingin kita hadirkan," tuturnya.
Baca Juga: Ketua Kadin Soroti Potensi Besar Industri Kreatif: Sudah di Depan Mata, Tinggal Dikapitalisasi
Riefky juga membeberkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menentukan 7 subsektor ekonomi kreatif prioritas dalam lima tahun kepemimpinannya. Ketujuh subsektor itu di antaranya: kuliner, kriya, fashion, games aplikasi, film, animasi dan musik.
Ketujuh Sektor ini dinilai telah berkontribusi besar terhadap Perekonomian dan lapangan kerja yang sangat tinggi. Karena itulah, ia melihat banyak sektor-sektor yang bisa dikolaborasikan bersama dengan Kadin.
"Jadi sebetulnya kalau kita lihat MOU kita bisa masuk kluster mana saja, saya rasa hampir semua kluster kita bisa implementasikan bersama Kadin," pungkasnya.
"Pertama, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan bangga karena Kadin juga mempunyai niatan serius untuk membangun industri kreatif di Indonesia," kata Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya di Park Hyatt Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).
Keseriusan itu, kata dia, ditunjukkan dengan adanya penandatangan nota kesepahaman atau MoU bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Penandatangan ini dilakukan dalam rangka membangun ekonomi kreatif di Tanah Air.
Menurut Riefky, akan banyak yang bisa dikolaborasikan dengan kementeriannya terkait pengembangan sektor ekonomi kreatif ini. Baca Juga: Anindya Bakrie Ungkap Pesan Istana Jelang Rapimnas Kadin 2025
"Akan banyak kolaborasi antara ekonomi kreatif dan Kadin untuk di tahun 2026 ini. Jadi kesepahaman ini mencakup pengembangan peluang industri kreatif, penguatan jejaring dunia usaha serta dorongan hilirisasi nilai tambah dan kolaborasi konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan pertumbuhan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Riefky juga menyampaikan terkait arah besar yang sedang dibangun Kemenekraf melalui ekosistem kreatif 5.0. Dimana ini merupakan sebuah pendekatan yang menempatkan keselarasan 3 unsur.
"People sebagai fondasi talenta kreatif Indonesia, IP atau kekayaan intelektual sebagai sumber daya ekonomi masa depan, dan impact atau dampak sebagai nilai tambah ekonomi, sosial, dan teknologi yang ingin kita hadirkan," tuturnya.
Baca Juga: Ketua Kadin Soroti Potensi Besar Industri Kreatif: Sudah di Depan Mata, Tinggal Dikapitalisasi
Riefky juga membeberkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menentukan 7 subsektor ekonomi kreatif prioritas dalam lima tahun kepemimpinannya. Ketujuh subsektor itu di antaranya: kuliner, kriya, fashion, games aplikasi, film, animasi dan musik.
Ketujuh Sektor ini dinilai telah berkontribusi besar terhadap Perekonomian dan lapangan kerja yang sangat tinggi. Karena itulah, ia melihat banyak sektor-sektor yang bisa dikolaborasikan bersama dengan Kadin.
"Jadi sebetulnya kalau kita lihat MOU kita bisa masuk kluster mana saja, saya rasa hampir semua kluster kita bisa implementasikan bersama Kadin," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :