Petrokimia Gresik Dorong Peningkatan Kualitas Budidaya Ikan
Selasa, 09 Desember 2025 - 23:08 WIB
loading...
Petrokimia Gresik menggelar Petro Fishtival Gogoh Iwak di tambak Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Petrokimia Gresik menggelar "Petro Fishtival Gogoh Iwak" di tambak Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Kegiatan perdana ini ditujukan untuk mendorong peningkatan kualitas budidaya perikanan sekaligus memperkuat hubungan dengan para petambak di wilayah pesisir Gresik.
Melalui lomba menangkap ikan tradisional dengan tangan kosong atau gogoh iwak, Petrokimia Gresik ingin mengenalkan praktik budidaya sesuai standar Good Aquaculture Practices (GAP). Mayoritas peserta adalah petambak aktif, sehingga kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pembinaan teknik budidaya yang lebih ramah lingkungan.
"Selaras dengan edukasi tersebut, Petrokimia Gresik memiliki probiotik andalan bernama Petrofish. Produk ini mengandung mikroba unggul yang sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan maupun udang. Kami berharap pengetahuan dan teknologi yang dibagikan hari ini dapat diadopsi oleh para petambak, sehingga hasil panen semakin melimpah dan berkelanjutan," ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Petrokimia Gresik Tambah Pasokan Gas dari Blok Ketapang 25 MMSCFD
Ia menambahkan, pengaplikasian Petrofish memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan dan udang, memperbanyak pakan alami, memperbaiki kualitas air, hingga menghambat pertumbuhan patogen. Upaya ini dinilai relevan mengingat Gresik memiliki kawasan tambak seluas 28.654 hektare berdasarkan data BPS 2023, yang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi utama masyarakat pesisir.
"Potensi besar inilah yang menjadikan Gresik sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan mutu perikanan. Petrokimia Gresik berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktivitas usaha tani serta budidaya perikanan," kata Adit.
Ia juga berharap lomba gogoh iwak dapat menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan sektor perikanan. “Keberlanjutan budidaya ke depan bergantung pada generasi penerus,” ujarnya.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Dorong Peningkatan Produktivitas Pangan
Lomba gogoh iwak menjadi pusat perhatian dalam festival ini. Para peserta berlomba menangkap ikan nila dan bandeng dalam satu petak tambak menggunakan tangan kosong, dan pemenang ditentukan berdasarkan bobot tangkapan terberat. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang dapat memperkuat sentra budidaya perikanan Gresik.
Pada kesempatan yang sama, Petrokimia Gresik meresmikan Petromart Official Hub di area Kebun Percobaan Petrokimia Gresik, Karangturi. Fasilitas ini akan menjadi pusat pemasaran produk pengembangan perusahaan, mulai dari pupuk kemasan kecil, produk inovasi, hingga Petrofish. Adit menyampaikan bahwa Petromart Official Hub disiapkan untuk memberikan akses yang lebih mudah dan layanan yang terintegrasi bagi petani melalui sistem penjualan digital yang responsif.
Ia juga mengungkapkan bahwa penjualan produk komersial Phonska Cair telah menembus 200 ribu botol, memperkuat kontribusi Petrokimia Gresik terhadap produktivitas pertanian nasional. "Kami berharap Petromart Official Hub akan terus tumbuh di banyak wilayah, memperluas dampak sosial-ekonomi bagi petani Indonesia," tutup Adit.
Melalui lomba menangkap ikan tradisional dengan tangan kosong atau gogoh iwak, Petrokimia Gresik ingin mengenalkan praktik budidaya sesuai standar Good Aquaculture Practices (GAP). Mayoritas peserta adalah petambak aktif, sehingga kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pembinaan teknik budidaya yang lebih ramah lingkungan.
"Selaras dengan edukasi tersebut, Petrokimia Gresik memiliki probiotik andalan bernama Petrofish. Produk ini mengandung mikroba unggul yang sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan maupun udang. Kami berharap pengetahuan dan teknologi yang dibagikan hari ini dapat diadopsi oleh para petambak, sehingga hasil panen semakin melimpah dan berkelanjutan," ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Petrokimia Gresik Tambah Pasokan Gas dari Blok Ketapang 25 MMSCFD
Ia menambahkan, pengaplikasian Petrofish memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan dan udang, memperbanyak pakan alami, memperbaiki kualitas air, hingga menghambat pertumbuhan patogen. Upaya ini dinilai relevan mengingat Gresik memiliki kawasan tambak seluas 28.654 hektare berdasarkan data BPS 2023, yang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi utama masyarakat pesisir.
"Potensi besar inilah yang menjadikan Gresik sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan mutu perikanan. Petrokimia Gresik berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktivitas usaha tani serta budidaya perikanan," kata Adit.
Ia juga berharap lomba gogoh iwak dapat menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan sektor perikanan. “Keberlanjutan budidaya ke depan bergantung pada generasi penerus,” ujarnya.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Dorong Peningkatan Produktivitas Pangan
Lomba gogoh iwak menjadi pusat perhatian dalam festival ini. Para peserta berlomba menangkap ikan nila dan bandeng dalam satu petak tambak menggunakan tangan kosong, dan pemenang ditentukan berdasarkan bobot tangkapan terberat. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang dapat memperkuat sentra budidaya perikanan Gresik.
Pada kesempatan yang sama, Petrokimia Gresik meresmikan Petromart Official Hub di area Kebun Percobaan Petrokimia Gresik, Karangturi. Fasilitas ini akan menjadi pusat pemasaran produk pengembangan perusahaan, mulai dari pupuk kemasan kecil, produk inovasi, hingga Petrofish. Adit menyampaikan bahwa Petromart Official Hub disiapkan untuk memberikan akses yang lebih mudah dan layanan yang terintegrasi bagi petani melalui sistem penjualan digital yang responsif.
Ia juga mengungkapkan bahwa penjualan produk komersial Phonska Cair telah menembus 200 ribu botol, memperkuat kontribusi Petrokimia Gresik terhadap produktivitas pertanian nasional. "Kami berharap Petromart Official Hub akan terus tumbuh di banyak wilayah, memperluas dampak sosial-ekonomi bagi petani Indonesia," tutup Adit.
(nng)
Lihat Juga :