Harga CPO Diprediksi Terangkat pada 2026, Begini Penjelasannya
Kamis, 11 Desember 2025 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Aditya juga menyoroti eksposur pasar ekspor Indonesia juga diproyeksikan berubah setelah penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA).
"Ini membuka akses masuk ke Uni Eropa sebagai importir CPO terbesar ketiga di dunia dengan permintaan 6-7 juta ton per tahun," jelasnya.
Peningkatan daya saing juga didukung oleh penurunan tarif impor CPO oleh India menjadi 10%. Baca Juga: Kejayaan Batu Bara dan CPO Meredup, Ekspor Indonesia Bakal Terus Turun hingga 2025
Kondisi pasokan yang terbatas, peningkatan konsumsi domestik dari program biodiesel, serta diversifikasi pasar ekspor masih akan menjaga harga CPO bergerak pada level sehat hingga FY26F.
Namun terdapat risiko volatilitas harga global, perubahan kebijakan ekspor, dan potensi kenaikan harga pupuk akibat ketegangan geopolitik. "Kenaikan harga yang terlalu agresif juga meningkatkan risiko substitusi oleh minyak nabati lain seperti soybean oil dan sunflower oil," ujarnya.
"Ini membuka akses masuk ke Uni Eropa sebagai importir CPO terbesar ketiga di dunia dengan permintaan 6-7 juta ton per tahun," jelasnya.
Peningkatan daya saing juga didukung oleh penurunan tarif impor CPO oleh India menjadi 10%. Baca Juga: Kejayaan Batu Bara dan CPO Meredup, Ekspor Indonesia Bakal Terus Turun hingga 2025
Kondisi pasokan yang terbatas, peningkatan konsumsi domestik dari program biodiesel, serta diversifikasi pasar ekspor masih akan menjaga harga CPO bergerak pada level sehat hingga FY26F.
Namun terdapat risiko volatilitas harga global, perubahan kebijakan ekspor, dan potensi kenaikan harga pupuk akibat ketegangan geopolitik. "Kenaikan harga yang terlalu agresif juga meningkatkan risiko substitusi oleh minyak nabati lain seperti soybean oil dan sunflower oil," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :