Kejayaan Batu Bara dan CPO Meredup, Ekspor Indonesia Bakal Terus Turun hingga 2025

Jum'at, 17 November 2023 - 12:15 WIB
loading...
Kejayaan Batu Bara dan...
Penurunan Harga sawit akan berdampak pada nilai ekspor Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Turunnya nilai ekspor per Oktober sebesar 10,43% secara year on year dipengaruhi oleh melandainya harga komoditas unggulan seperti minyak sawit ( CPO ) dan batu bara. Tren penurunan nilai ekspor bisa berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya dikarenakan windfall kedua komoditas tersebut telah berakhir.

Baca juga: Sepanjang 2023 Kinerja Ekspor Indonesia Anjlok 12,15 Persen

Bahkan untuk CPO saja harganya secara tahunan per Oktober 2023 lalu sudah turun 22,7% sebesar USD865 per ton. Hingga akhir tahun diprediksi harga CPO tidak bisa balik ke angka USD1.000per ton.

"Kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, harga CPO itu bisa USD1.200-1300 per ton, tapi hingga tahun ini terus turun. Bahkan diprediksikan sampai 2025 harga CPO akan terus menurun. Bukan hanya CPO, juga harga batu bara acuan juga anjlo. Dua hal ini yang menjadi triger paling besar pelemahan ekspor," ujar Andry Satrio Nugroho, Head of Center of Industry, Trade and Investment Indef, dalam Market Review IDXChannel, Jumat (17/11/2023).

Menurut Andry, terkait CPO, World Bank sudah mempresentasikan bahwa harga komoditas itu baru bisa tembus USD920 per ton. Harga CPO belum bisa menyentuh USD1.000 per ton, sehingga kemungkinan sampai akhir tahun ekspor akan terus menurun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Berita Terkini
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved