Kemenko PM Susun Aturan Biaya Penempatan PMI yang Bebas Overcharging

Senin, 15 Desember 2025 - 10:56 WIB
loading...
Kemenko PM Susun Aturan...
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tengah merancang ulang Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan fokus utama menciptakan skema biaya penempatan yang adil dan mencegah praktik overcharging. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan struktural yang memicu kerentanan PMI, termasuk maraknya migrasi non-prosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menyatakan bahwa penyempurnaan regulasi ini krusial mengingat kontribusi ekonomi PMI yang mencapai remitansi sekitar Rp253,3 triliun pada tahun 2024. Kontribusi besar ini harus diimbangi dengan tata kelola yang komprehensif dan berorientasi pada martabat kemanusiaan.

"Perpres Nomor 130 Tahun 2024 telah memformulasikan komitmen negara untuk memperkuat pelindungan, namun evaluasi menunjukkan adanya tantangan struktural, termasuk praktik overcharging dan maraknya migrasi non-prosedural yang meningkatkan kerentanan PMI terhadap penipuan dan TPPO," ujar Leon dalam Lokakarya Konsultasi kedua di Jakarta.

Baca Juga: Gelar Inspiradaya 2025, Kemenko PM: Apresiasi Bagi SPPG Berdedikasi

Lokakarya yang melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) serta Balai Latihan Kerja/Lembaga Pelatihan Kerja (BLK/LPK) ini bertujuan mengumpulkan masukan strategis berbasis bukti (evidence-based policy). Sebelumnya, Kemenko PM juga telah berkonsultasi dengan Organisasi Masyarakat Sipil dan perwakilan kelompok PMI pada September dan Oktober 2025.



Salah satu isu krusial yang dibahas secara mendalam adalah praktik pembebanan biaya penempatan (placement fee) oleh sebagian besar P3MI, yang sering kali berujung pada overcharging. Asosiasi P3MI seperti APJATI didorong untuk membahas standardisasi biaya penempatan yang berkeadilan guna mencegah praktik tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5.000 Orang Padati Gelaran...
5.000 Orang Padati Gelaran BRI Taipei Teman Seperjuangan PMI, Sambut Mitra Finansial di Taiwan
Bank Jatim Siap Salurkan...
Bank Jatim Siap Salurkan KUR PMI
Harta Kekayaan Jusuf...
Harta Kekayaan Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI versi Munas
Ekonomi Inklusif Bersama...
Ekonomi Inklusif Bersama Pegadaian: Pelatihan Bisnis untuk PMI Hongkong
Gandeng Bank Rakyat...
Gandeng Bank Rakyat Malaysia, MNC Bank Fasilitasi Pendanaan untuk PMI
Karyawan hingga Masyarakat...
Karyawan hingga Masyarakat Antusias Ikut Donor Darah MNC Vision
Kolaborasi dengan PMI,...
Kolaborasi dengan PMI, BRI Insurance Gelar Donor Darah Massal
Usai Bertemu Dubes Iran,...
Usai Bertemu Dubes Iran, JK: PMI Kirim Obat-obatan ke Warga Iran Terdampak Serangan AS-Israel
Kebahagiaan Yatim dan...
Kebahagiaan Yatim dan Duafa di Acara Buka Puasa PMI Jakpus yang Didukung MNC Peduli
Rekomendasi
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Gus Falah Mendukung...
Gus Falah Mendukung Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Berita Terkini
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved