Hadirkan Berbagai Fitur Pengukuran Iklan Digital, Glance Kolaborasi dengan IAS

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:54 WIB
loading...
Hadirkan Berbagai Fitur...
Glance, sebuah perusahaan teknologi konsumer global yang merintis berbagai pengalaman berbasiskan AI, mengumumkan kemitraan strategis bersama Integral Ad Science (IAS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Glance, sebuah perusahaan teknologi konsumer global yang merintis berbagai pengalaman berbasiskan AI, mengumumkan kemitraan strategis bersama Integral Ad Science (IAS), platform terkemuka di dunia yang mengukur dan mengoptimalkan iklan digital .

IAS akan menyediakan layanan verifikasi independen untuk penayangan iklan digital di Glance. Selain itu, Glance juga akan meningkatkan kualitas periklanan, mengoptimalkan transparansi, dan memberikan akuntabilitas bagi brand yang ingin mengukur performa kampanye periklanan pada seluruh platform Glance.

Secara global, hampir sepertiga iklan digital tidak terlihat oleh pengguna sehingga menimbulkan pemborosan anggaran iklan dan melenyapkan peluang untuk menjangkau konsumen . Melalui kemitraan ini, IAS dan Glance akan meluncurkan solusi pengukuran Invalid Traffic (IVT) dan viewability untuk meningkatkan kualitas media periklanan dan performa iklan bagi 250 juta pengguna di India dan Indonesia.

Baca Juga: Hadirkan Solusi Iklan Digital yang Lebih Dinamis untuk Pasar Ritel

Solusi deteksi IVT ikut mengurangi aktivitas anorganik (non-human) atau aksi kecurangan dan penipuan seperti bot dan click farm. Sementara solusi pengukuran viewability menjaga iklan tetap memenuhi standar global, yaitu tampil pada layar setidaknya 50% piksel selama satu detik (untuk display ad) atau dua detik (untuk iklan video).

Kedua metrik ini memastikan kampanye periklanan menjangkau audiens riil lewat metode yang efektif dan mudah diverifikasi.

Gaurav Jain, SVP APAC, InMobi Advertising mengatakan, kemitraan Glance–IAS mendukung pihak pengiklan dan agen periklanan untuk menjangkau dan mengukur data audiens riil dengan akurasi yang sahih.

Solusi perlindungan dan pengukuran mutakhir dari IAS, terangnya, dilengkapi solusi premium berbasiskan pengguna riil dari Glance, memberikan tingkat kepercayaan dan transparansi yang luar biasa. "Kolaborasi ini membangun masa depan industri periklanan yang berbasiskan atensi dengan hasil yang terukur dan aman bagi brand," kata Gaurav Jain dalam keterangan kepada media, Senin (15/12).

Sementara itu, Laura Quigley selaku SVP APAC, IAS mengatakan setelah pertumbuhan iklan digital melesat di India dan Indonesia, transparansi dan akuntabilitas semakin penting. Baca Juga: Serakah Kuasai Bisnis Iklan Digital, Inggris Kecam Google

"Kami akan memberikan analisis secara jelas dan mudah ditindaklanjuti agar kampanye iklan digital dapat menjangkau pengguna riil dan menghasilkan kinerja terukur, serta mengurangi aksi penipuan dan pemborosan anggaran di seluruh ekosistem," tegasnya.

Glance telah mengubah cara konsumen menikmati konten dan berbelanja di perangkat seluler dan layar terhubung. Platform berbasiskan AI dari Glance menghadirkan konten hiburan personal, berita, olahraga, belanja, dan lain-lain untuk ratusan juta pengguna.

Glance juga memimpin era baru dalam perdagangan yang didukung AI, serta menghadirkan cara berbelanja yang benar-benar inovatif di pasar global. Platform konten dan bisnis Glance mencerminkan sebuah visi untuk membangun masa depan interaksi konsumen melalui inovasi berskala besar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
Di Balik Booming Bisnis...
Di Balik Booming Bisnis F&B Indonesia, Ada Silent Killer Ekspansi
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved