Kolaborasi Multipihak Perkuat Inovasi dan Daya Saing Sawit Indonesia
Kamis, 18 Desember 2025 - 11:18 WIB
loading...
Ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi multipihak dinilai menjadi kunci untuk memperkuat inovasi dan daya saing industri kelapa sawit nasional di tengah tantangan keberlanjutan dan persaingan global. Upaya ini dinilai penting mengingat sawit merupakan komoditas strategis dengan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga menyebut kelapa sawit memiliki keunikan dibanding tanaman lain karena mampu menghasilkan dua jenis minyak sekaligus, yakni crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit. Keunggulan tersebut, menurut dia, perlu ditopang dengan sinergi lintas pemangku kepentingan.
"Sawit adalah satu-satunya tanaman yang menghasilkan dua jenis minyak sekaligus, crude palm oil dan kernel. Karena itu, kolaborasi multipihak mutlak diperlukan. Tanpa kolaborasi dan inovasi, sawit tidak akan maju," ujar Sahat Sinaga dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2025).
Baca Juga: Konsumsi Minyak Sawit Nasional Naik 5,13% Tahun Ini, Sentuh 18,5 Juta Ton
Ia menambahkan, inovasi menjadi krusial terutama untuk menjawab tantangan peremajaan sawit rakyat yang masih terkendala manajemen keuangan dan pendampingan teknis. Dalam konteks tersebut, Sawit Indonesia Award dinilai berperan mendorong pengembangan inovasi dan teknologi guna meningkatkan produktivitas sawit nasional.
Sementara itu, Direktur PalmCo Jatmiko Santosa mengapresiasi penghargaan 4th Sawit Indonesia Award 2025 yang diraih perusahaannya dalam kategori The Best Performance Palm Oil Company. Menurut dia, sebagai perusahaan negara, PalmCo berkomitmen menjaga kinerja dan profitabilitas agar memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.
"Di tahun ini, PalmCo mampu menyetor dividen mencapai Rp1,5 triliun. Ini menjadi salah satu penilaian panelis. Kami juga menyampaikan duka mendalam kepada para korban bencana di Sumatera," ujar Jatmiko.
Ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025 digelar Majalah Sawit Indonesia di Jakarta, Selasa (16/12/2025), dengan tema "Kolaborasi Multipihak Memperkuat Inovasi dan Daya Saing Sawit Indonesia". Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian Hendratmojo Bagus mewakili Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Baca Juga: Industri Sawit Komitmen Terhadap Hak Anak dan Pekerja Perempuan di Perkebunan
Hendratmojo menilai penghargaan ini penting karena menyoroti peran strategis sektor sawit Indonesia di panggung global. Ia menyebut sektor kelapa sawit dapat terus berkembang seiring komitmen terhadap keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan lingkungan.
Tahun ini, sebanyak 45 penghargaan diberikan kepada pelaku usaha dari 20 sektor, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari sejumlah negara lain. Ketua Pelaksana Sawit Indonesia Award 2025 Qayuum Amri menyatakan ajang tahunan ini diharapkan terus memotivasi pelaku industri sawit nasional melalui indikator penilaian yang menekankan konsistensi kontribusi, inovasi, dan keberlanjutan.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga menyebut kelapa sawit memiliki keunikan dibanding tanaman lain karena mampu menghasilkan dua jenis minyak sekaligus, yakni crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit. Keunggulan tersebut, menurut dia, perlu ditopang dengan sinergi lintas pemangku kepentingan.
"Sawit adalah satu-satunya tanaman yang menghasilkan dua jenis minyak sekaligus, crude palm oil dan kernel. Karena itu, kolaborasi multipihak mutlak diperlukan. Tanpa kolaborasi dan inovasi, sawit tidak akan maju," ujar Sahat Sinaga dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2025).
Baca Juga: Konsumsi Minyak Sawit Nasional Naik 5,13% Tahun Ini, Sentuh 18,5 Juta Ton
Ia menambahkan, inovasi menjadi krusial terutama untuk menjawab tantangan peremajaan sawit rakyat yang masih terkendala manajemen keuangan dan pendampingan teknis. Dalam konteks tersebut, Sawit Indonesia Award dinilai berperan mendorong pengembangan inovasi dan teknologi guna meningkatkan produktivitas sawit nasional.
Sementara itu, Direktur PalmCo Jatmiko Santosa mengapresiasi penghargaan 4th Sawit Indonesia Award 2025 yang diraih perusahaannya dalam kategori The Best Performance Palm Oil Company. Menurut dia, sebagai perusahaan negara, PalmCo berkomitmen menjaga kinerja dan profitabilitas agar memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.
"Di tahun ini, PalmCo mampu menyetor dividen mencapai Rp1,5 triliun. Ini menjadi salah satu penilaian panelis. Kami juga menyampaikan duka mendalam kepada para korban bencana di Sumatera," ujar Jatmiko.
Ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025 digelar Majalah Sawit Indonesia di Jakarta, Selasa (16/12/2025), dengan tema "Kolaborasi Multipihak Memperkuat Inovasi dan Daya Saing Sawit Indonesia". Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian Hendratmojo Bagus mewakili Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Baca Juga: Industri Sawit Komitmen Terhadap Hak Anak dan Pekerja Perempuan di Perkebunan
Hendratmojo menilai penghargaan ini penting karena menyoroti peran strategis sektor sawit Indonesia di panggung global. Ia menyebut sektor kelapa sawit dapat terus berkembang seiring komitmen terhadap keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan lingkungan.
Tahun ini, sebanyak 45 penghargaan diberikan kepada pelaku usaha dari 20 sektor, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari sejumlah negara lain. Ketua Pelaksana Sawit Indonesia Award 2025 Qayuum Amri menyatakan ajang tahunan ini diharapkan terus memotivasi pelaku industri sawit nasional melalui indikator penilaian yang menekankan konsistensi kontribusi, inovasi, dan keberlanjutan.
(nng)
Lihat Juga :